

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey saat mengabadikan berada di terusan Sungai Rawara, Distrik Moskona, Teluk Bintuni, Minggu (27/4) tempat dimana Iptu Tomi Marbun dinyatakan hilang sejak tahun lalu. Saat melakukan investigasi, rombongan Komnas HAM ditembaki KKB. (Foto Frits Ramandey)
JAYAPURA– Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey dan rombongan ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat melakukan pencarian terhadap Iptu Tomi Marbun di Sungai Rawara, Distrik Moskona, Teluk Bintuni, Minggu (27/4/2025).
Penembakan terjadi sekira pukul 07:10 WIT. Lokasinya tak jauh dari kamp yang ditempati Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. Frits mendengar ada empat kali tembakan yang diarahkan ke mereka, hingga kemudian dibalas tembakan oleh anggota untuk melindungi rombongan.
“Kami ditembak yang jaraknya sekitar 200 meter lebih dari kamp Kapolda Papua Barat,” kata Frits saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.
Kata Frits, kawasan tersebut merupakan daerah lintasan kelompok sipil bersenjata yang ada di wilayah Muskona Barat, Teluk Bintuni.
“Saya belum bisa mengkonfirmasi ini dari kelompok mana, namun sebelumnya saya sudah sampaikan ke jaringan bahwa akan dilakukan operasi kemanusiaan di daerah tersebut,” kata Frits.
Frist juga sempat mengirimkan dua video saat di TKP. Ketika itu ia bersama beberapa rekannya dari Komnas HAM berada di bawah bivak dan terdengar tembakan. Merekapun secara rombongan langsung menunduk dan saling merapatkan barisan. Posisinya hampir sejajar dengan tanah. Namun Frits dengan nafas tersengal-sengal tetap berupaya merekam kejadian tersebut sambil menceritakan apa yang sedang terjadi.
Page: 1 2
Sebanyak 12.881 pasang mata memadati Stadion Lukas Enembe. Angka ini menjadi jumlah penonton terbanyak sejauh…
Plt. Kepala Dinas ESDM Penanaman Modal PTSP Papua, Dr.Karsudi, SP,MSi mengatakan, ke depan pemerintah daerah…
Sebagai bentuk pengawasan dan penertiban, Wali Kota meminta Kapolresta Jayapura Kota dan Komandan Kodim (Dandim)…
Bagi Robby, keberhasilan bukan semata soal angka, tetapi tentang kepercayaan, kebersamaan, dan proses. Salah satu…
KUHP yang lazim disebut KUHP Nasional ini merumuskan secara sistematis berbagai jenis tindak pidana, mulai…
“ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, sejuk,…