Categories: BERITA UTAMA

Pimpinan DPR Papua Singgung Balai yang Dianggap Kurang Efektif

JAYAPURA – Wakil Ketua III DPR Papua, Dr Yunus Wonda berpendapat bahwa untuk pekerjaan fisik di Papua tidak ada salahnya jika menyerahkan ke pihak Dinas PUPR  karena dirasa lebih tepat dalam pengawasan maupun lebih memahami pekerjaan apa yang harus dilakukan. Ketimbang pekerjaan yang dilakukan oleh Balai Jalan Jembatan maupun Balai Wilayah Sungai yang menurutnya  sangat jarang diketahui apa saja yang dikerjakan termasuk system pengawasannya.

“Saya pikir terlalu banyak balai di Papua ini. Tidak enaknya lagi semua dihandle pemerintah pusat. Ada Balai Wilayah Sungai, Balai Jalan dan Jembatan kita jarang mengetahui apa saja yang sudah dikerjakan selama ini,” kata Yunus Wonda di ruang kerjanya  pekan kemarin. Yang jadi pertimbangan Yunus adalah selain  tidak mengetahui pekerjaan apa saja yang dilakukan, selama ini system pengawasan yang dilakukan anggota DPR  RI yang  bermitra juga jarang diketahui public.

“Coba lihat pernahkan anggota DPR RI datang ke daerah – daerah  kemudian mengecek pekerjaan fisik yang dilakukan balai – balai ini,” singgung Yunus. Sementara anggaran yang dikelola satu balai nominalnya bisa setara dengan APBD Papua. “Nah mengapa tidak diserahkan saja ke dinas PU di Papua yang system pengawasannya akan dilakukan oleh DPR Papua ketimbang kami sendiri tidak mengetahui apa saja yang dikerjakan padahal lokasinya di Papua dan kami wakil rakyat dari Papua tapi tidak tahu apa yang dilakukan,” sindirnya. Yunus kembali menyinggung bahwa pekeraan tersebut dilakukan oleh balai dengan dukungan anggaran yang cukup besar mungkin ada baiknya  usulan dari kabupaten kota semua diserahkan ke balai agar pihak balai saja yang bekerja.

“Jangan anggaran yang harusnya ke Papua malah dikirim ke balai kemudian pekerjaan yang menggunakan APBD diperketat sementara yang dikerjakan balai   seperti diperlonggar, sekalian saja balai yang  kerjakan sebab kami lihat juga kurang efektif,” tutupnya. (ade)

newsportal

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

7 hours ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

8 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

9 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

10 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

12 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

13 hours ago