Categories: BERITA UTAMA

Pemda Yahukimo Pastikan Pelaku Penyegoyokan Anggota TNI Bukan KKB

Didimus Yahuli, SH ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Pemerintah Kabupaten Yahukimo memastikan pelaku pengoroyokan tiga anggota TNI yang mengakibatkan dua orang gugur pada tanggal 18 Mei lalu, bukan anggota KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata). Pelaku pengeroyokan murni warga sipil.

Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, SH., mengatakan, sampai saat ini aparat Kepolisian dalam hal ini Polres Yahukimo masih melakukan penyelidikan. Namun dari laporan yang diterimanya yang melakukan aksi pengeroyokan itu bukan anggota KKB. 

Pelaku pengeroyokan menurut Bupati Didimus oknum masyarakat. “Kasus pengeroyokan yang terjadi beberapa waktu yang lalu, itu kriminal murni yang dilakukan oknum masyarakat sipil. Mereka bukan anggota KKB atau yang pemerintah pusat sebut sebagai teroris,”ungkapnya saat ditemui awak media di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (27/5). 

Didimus Yahuli mengatakan, Polres Yahukimo telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi yang melihat masalah tersebut. Bahkan ada saksi kunci dan ada juga saksi yang lainnya sehingga dapat diperoleh informasi jika yang melakukan pengeroyokan itu bukan anggota KKB. Pelakunya adalah oknum warga sipil yang ada di sana.

“Kami tahu mereka bukan anggota KKB dari keterangan yang diberikan kepada penyidik Polres Yahukimo. Kami juga mendorong aparat kepolisian untuk segera mengungkap masalah ini hingga tuntas, sehingga oknum yang melakukan pengeroyokan itu ditangkap dan diproses hukum,”tegasnya.

Didimus Yahuli juga mengimbau masyarakat Yahukimo untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melawan hukum seperti kejadian beberapa hari lalu. Dirinya berharap masyarakat bisa melakukan aktivitasnya tanpa melakukan kekerasan kepada siapapun. Namun oknum warga yang melakukan pengeroyokan itu tetap harus menerima konsekuensi hukumannya.

“Kami pemerintah menginginkan agar masyarakat di Yahukimo dapat melakukan aktivitasnya dengan damai tanpa melakukan tindakan kekerasan kepada siapapun di sana,” tutupnya. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tanggal 18 Mei 2021 sekira pukula 11.30 WIT, sekelompok warga menggunakan alat tajam melakukan penyerangan terhadap personel PAM Rahwan dari Yonif 432/WSJ yang melakukan pengamanan di Bandara Nop Goliat, Dekai. 

Massa yang belum diketahui identitasnya mengeroyok personel Pam Rahwan hingga mengakibatkan dua anggota TNI gugur. Usai melakukan pengeroyokan, para pelaku langsung melarikan dan membawa kabur senjata api milik anggota TNI yang gugur. (jo/nat)

newsportal

Recent Posts

Tak Kunjung Dibayar, Guru PAUD Demo di DPRK Jayapura

Para guru yang tergabung dalam Forum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini…

54 minutes ago

Disayangkan, Perlakuan Oknum Taksi Bandara Cek Ponsel Penumpang

Salah seorang warga Kota Jayapura, Silas menyayangkan perlakuan kurang menyenangkan saat berada di kawasan Bandara…

2 hours ago

Nekat Menjambret, Dua Pelajar Dibekuk Tim Resmob

"Modus yang digunakan pelaku yakni menabrak korban hingga terjatuh, kemudian mengambil handphone milik korban dan…

3 hours ago

Wali Kota Abisai Rollo Raih Gelar Doktor, Diwisuda Bersama 873 Lulusan Uncen

Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar Wisuda Program Doktor, Program Magister, Program Sarjana, dan Program Diploma Periode…

4 hours ago

Bahan Pokok Alami Kenaikan Harga, Polres Keerom lakukan Sidak

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny Sohilait, bersama personel Unit…

5 hours ago

Kekerasan di Tanah Papua Mengarah ke Kejahatan Kemanusiaan

-Rumah Solidaritas Papua menyoroti meningkatnya eskalasi kekerasan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat…

6 hours ago