Categories: BERITA UTAMA

Namantus Gwijangge: Penebalan Pasukan Tak Akan Selesaikan Masalah

WAMENA – Klaim Wamena telah aman oleh Penjabat Gubernur Papua pegunungan di nilai legislator tak etis karena orang lain yang mengamankan  dan bukan Pemerintah Provinsi Papua pegunungan sebab pasca kerusuhan itu terjadi Penjabat Gubernur dan Sekda tidak ada di tempat dan sempat dipertanyakan oleh masyarakat.

Anggota DPRP Provinsi Papua Dapil Nduga Namantus Gwijangge menyatakan  sekarang daerah otonomi baru itu dibentuk untuk kesejahtrahan masyarakat di wilayah Lapago, tapi kalau insiden seperti ini Penjabat Gubernur dan Sekda seharusnya ada, sebab mereka ditunjuk oleh pemerintah Pusat secara dah dengan Surat keputusan (SK) dari Mendagri.

“Mungkin sehari setelah masalah ini terjadi penjabat gubernur itu harus ada ditempat, kehadiran beliau itu sebenarnya bisa membawa rasa simpati masyarakat bahwa pimpinan daerahnya ada  sehingga gubernur yang harus memfasilitasi para bupati untuk menyelesaikan masalah ini,”tegasnya Senin (27/2) saat ditemui di Gedung Otonom Pemda Jayawijaya.

Ia menegaskan pembuatan DOB Papua pegunungan tanpa analisa yang baik, fungsi DPRP juga belum ada, sehingga  Anggota DPR RI yang mengusulkan pembentukan Provinsi Ini juga harus ada pada saat konflik pecah mereka harus ada, begitu juga dengan penjabat gubernur maupun pejabat dilingkungan pemprov Papua pegunungan

Peran dari DPR RI juga harus turun jangan hanya bicara –bicara di pusat untuk penebalan anggota di Wamena itu adalah langkah yang salah, mereka harus datang ke Wamena  dan lihat masalahnya apa dan selesaikan masalah gunakan kearifan lokal disini.

“Kalau penebalan pasukan justru akan menjadi masalah yang tak diselesaikan bagi masyarakat karena penebalan pasukan itu tidak semua orang terima meskipun itu pihak keamanan, karena ini masalah dalam kota,”bebernya

Namantus menjelaskan Kodim 1702/ Jayawijaya masih mampu mengamankan masalah yang terjadi, sehingga mengapa harus ada penebalan pasukan ini kemarin dandim dan personilnya sudah bisa mengamankan dan tidak perlu lagi untuk tambahan pasukan.

“Ini yang perlu diperhatikan jangan ada kejadian sedikit penebalan pasukan, tapi coba datang dan melihat apa penyebab dari masalah yang terjadi,”tutupnya. (jo/wen)

newsportal

Recent Posts

Tiga Jenazah Diterbangkan ke Kampung Halaman

Untuk yang pertama diterbangkan di hari kedua pasca insiden penembakan tersebut Korban Aprida Rapi diterbangkan…

1 day ago

Bupati Gusbager Kaget Ada Kampung Tak Tersentuh Pelayanan Pemerintah

Kampung Onam merupakan salah satu kampung Perbatasan yang terletak di pinggiran sungai Sofker. Kampung ini…

1 day ago

Polisi Tetapkan 8 Orang Sebagai Tersangka

Kedelapan tersangka masing-masing FA (30), YA (33), RA (35), ZT (40), OR (29), RA (42),…

1 day ago

Pemkab Jayapura Masih Punya Utang Tanah Rp211 Miliar, Dibayar Bertahap

Pemerintah Kabupaten Jayapura masih menghadapi pekerjaan rumah dalam penyelesaian kewajiban pembayaran tanah yang telah digunakan…

1 day ago

Dua Orang yang Diculik KKB Dilaporkan Lolos, Namun Satu Tewas

Dua dari sembilan perempuan yang menjadi korban penculikan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik…

1 day ago

Terancam Kekurangan Pangan, Pemkab Yahukimo Salurkan Bantuan ke 6 Distrik

Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram, S.IP menyatakan Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah mengalokasikan beras sebanyak 13…

1 day ago