Categories: BERITA UTAMA

Lion Air  Masih Tunggu Penyelidikan KNKT

Pesawat MERAUKE – Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 0797 yang menabrak Garbarata di Bandara Mopah Merauke  masih terparkir di areal apron Bandara Mopah Merauke, Jumat (27/1).

Sementara 122 penumpang sesuai manifast yang sebelumnya gagal terbang karena insiden tersebut, seluruhnya telah diberangkatkan dengan menggunakan pesawat lain dari Lion Air, Jumat kemarin.

  Kasi Keamanan Angkutan Udara dan Kelaikudaraan Otoritas Bandara (Otban) X Supriyadi yang juga menjabat sebagai Plh Kepala Otban X, saat ditemui media ini mengungkapkan bahwa perbaikan pesawat tersebut akan dilakukan pihak Maskapai setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

  ‘’Perbaikan pesawat baru dapat dilakukan setelah pemeriksaan dan penyelidikan dilakukan oleh KNKT. Rencananya hari ini , Tim dari KNKT akan turun ke Merauke untuk melakukan pemeriksaan. Namun berapa lama, saya sendiri tidak  tahu,’’ kata  Supriyadi.

Pihak Otban X sendiri telah melakukan investigasi terkait dengan insiden tersebut. Hanya saja, Supriyadi mengaku tidak punya kewenangan untuk menyampaikan hasil investigasi yang pihaknya lakukan tersebut ke publik. Karena  investigasi yang mereka lakukan ini selain dilaporkan ke  Dirjen Perhubungan Udara, juga langsung ke KNKT.

‘’Kami hanya mengumpulkan keterangan dan bukti  untuk disampaikan ke KNKT maupun ke pusat.  Jadi nanti KNKT yang akan menyimpulkan dan mengumumkan apa penyebab sehingga insiden ini terjadi setelah melakukan investigasi,’’ tandasnya.

  Sementara terhadap penumpang, Supriyadi  meluruskan soal jumlah penumpang pesawat Lion Air yang gagal terbang tersebut. Menurut Supriyadi, total penumpang sesuai dengan manisfest  adalah 122 orang ditambah kru pesawat 7 orang  yakni pilot dan co pilot. Lalu pramugari 3 orang dan pramugara 3 orang.

‘’Tapi  tadi seluruh penumpang sudah dapat diberangkatkan dengan menggunakan pesawat lion air yang lainnya dengan rute yang sama dengan kemarin, Merauke-Jayapura ,’’ terangnya.

   Supriyadi juga menjelaskan bahwa pihak maskapai memberikan kompensasi bagi seluruh penumpang yang gagal terbang tersebut.  Mereka diberi pilihan mau nginap di hotel atau tidak, baik yang memiliki KTP atau rumah di Merauke  maupun pelaku perjalanan dari daerah lainnya.

   ‘’Karena itu bentuk satu pelayanan  dari maskapai  sesuai dengan aturan. Jadi diberikan pilihan, karena itu pelayahan. Apabila  cancel atau penundaan penerbangan ada tahapan-tahapannya,’’ pungkasnya. (ulo/wen)

newsportal

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

2 days ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

2 days ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

2 days ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

2 days ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

2 days ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

2 days ago