

Ondoafi, George Awi
JAYAPURA – Polemik terkait pembakaran Mahkota Cenderawasih masih hangat. Pekan kemarin sejumlah tokoh adat dan ondoafi serta Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua telah menemui gubernur untuk menyampaikan aspirasi serta rekomendasi. Dan rencananya hari ini dilakukan aksi demo. Lokasinya di Lingkaran Abepur dan Perumnas III Waena.
Terkait rencana ini Ondoafi Warke, George Awi mengaku tak setuju jika mahasiswa melakukan demo yang berkaitan dengan pembakaran Mahkota Cenderawasih. Ia tak mau sesuatu yang harus dihormati dan diselesaikan secara bermartabat justru dilakukan dengan demo apalagi sampai harus berbenturan di lapangan.
“Kalau demo-demo begitu saya tidak setuju. Jika mau selesaikan masalah harusnya duduk bicara, bertemu dan dialog. Bukan ribut di jalan dan terjadi tindakan yang tidak diinginkan,” kata George Awi, Minggu (26/10) malam.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay ini mengingatkan bahwa objek yang jadi masalah adalah Mahkota Cenderawasih. Mahkota yang hanya boleh digunakan oleh seorang ondoafi dan bukan dikenakan oleh sembarang orang.
“Mahkota itu kami yang pakai jadi kami yang harusnya bicara. Jangan semua bicara akhirnya masalah tidak selesai,” cecarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…
Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…
Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…