

Ondoafi, George Awi
JAYAPURA – Polemik terkait pembakaran Mahkota Cenderawasih masih hangat. Pekan kemarin sejumlah tokoh adat dan ondoafi serta Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua telah menemui gubernur untuk menyampaikan aspirasi serta rekomendasi. Dan rencananya hari ini dilakukan aksi demo. Lokasinya di Lingkaran Abepur dan Perumnas III Waena.
Terkait rencana ini Ondoafi Warke, George Awi mengaku tak setuju jika mahasiswa melakukan demo yang berkaitan dengan pembakaran Mahkota Cenderawasih. Ia tak mau sesuatu yang harus dihormati dan diselesaikan secara bermartabat justru dilakukan dengan demo apalagi sampai harus berbenturan di lapangan.
“Kalau demo-demo begitu saya tidak setuju. Jika mau selesaikan masalah harusnya duduk bicara, bertemu dan dialog. Bukan ribut di jalan dan terjadi tindakan yang tidak diinginkan,” kata George Awi, Minggu (26/10) malam.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay ini mengingatkan bahwa objek yang jadi masalah adalah Mahkota Cenderawasih. Mahkota yang hanya boleh digunakan oleh seorang ondoafi dan bukan dikenakan oleh sembarang orang.
“Mahkota itu kami yang pakai jadi kami yang harusnya bicara. Jangan semua bicara akhirnya masalah tidak selesai,” cecarnya.
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, melalui Ketua Tim Penyidik sekaligus Kepala Seksi Penuntutan Kejati Papua, Alfisius…
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…
Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…
"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…
Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…
Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…