Dikatakan, untuk ke depan, pemerintah akan melakukan studi atau kajian secara menyeluruh di kawasan itu. Studi tentang kandungan gas alam di wilayah tersebut sehingga pemerintah bisa mengetahui atau menetapkan daerah mana saja yang boleh dilakukan pengeboran ataupun aktivitas-aktivitas lainnya yang bisa memicu munculnya kejadian serupa.
“Setelah dilakukan kajian, kita akan mengetahui area mana yang berbahaya dan yang mana yang tidak. Sehingga kalau warga mau bor sumur, kedalamannya berapa meter sudah ada panduannya di situ. Tidak boleh lewat dari ketentuan itu supaya tidak memicu hal yang sama, tapi itu butuh studi,” ujarnya.
Menurutnya berdasarkan pemetaan awal yang sudah dilakukan oleh pihak terkait, kandungan gas di wilayah itu terdapat beberapa spot dan keberadaannya pada kedalaman yang berbeda-beda.
“Sampai saat ini gasnya masih keluar terus, karena sepanjang kandungan gasnya masih ada, pasti dia akan keluar terus,”bebernya.(roy/wen)
Page: 1 2
Crosser kebanggaan Papua yang menorehkan prestasi gemilang dan kejuaraan nasional itu mengumpulkan poin sempurna dengan…
Lokasi wisata ini berada tidak jauh dari kawasan wisata Tobuso dan mulai dikenal luas sejak…
Pemerintah Kabupaten Jayapura akan melakukan kajian terhadap jumlah aparatur sipil negara (ASN) dan beban kerja…
Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku, menegaskan malaria masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Jayapura…
"Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan vanili kualitas super asal PNG sebanyak tujuh koli dengan total…
Kelompok masyarakat asal wilayah pegunungan kembali mengajukan tuntutan ganti rugi atau denda adat menyusul tewasnya…