Dikatakan, untuk ke depan, pemerintah akan melakukan studi atau kajian secara menyeluruh di kawasan itu. Studi tentang kandungan gas alam di wilayah tersebut sehingga pemerintah bisa mengetahui atau menetapkan daerah mana saja yang boleh dilakukan pengeboran ataupun aktivitas-aktivitas lainnya yang bisa memicu munculnya kejadian serupa.
“Setelah dilakukan kajian, kita akan mengetahui area mana yang berbahaya dan yang mana yang tidak. Sehingga kalau warga mau bor sumur, kedalamannya berapa meter sudah ada panduannya di situ. Tidak boleh lewat dari ketentuan itu supaya tidak memicu hal yang sama, tapi itu butuh studi,” ujarnya.
Menurutnya berdasarkan pemetaan awal yang sudah dilakukan oleh pihak terkait, kandungan gas di wilayah itu terdapat beberapa spot dan keberadaannya pada kedalaman yang berbeda-beda.
“Sampai saat ini gasnya masih keluar terus, karena sepanjang kandungan gasnya masih ada, pasti dia akan keluar terus,”bebernya.(roy/wen)
Page: 1 2
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak di…
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan pembangunan koperasi tidak hanya difokuskan pada…
Penertiban dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan dampak negatif dari peredaran…
apolres Jayapura, Dionisius V.D.P. Helan mengatakan panen raya jagung tersebut merupakan bentuk sinergitas antara Polri…
Pemain senior Persipura Jayapura, Yustinus Pae, mulai memberikan sinyal untuk mengakhiri karier profesionalnya sebagai pesepak…
Aksi pembubaran nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi oleh aparat TNI di sejumlah daerah…