Categories: BERITA UTAMA

Seorang Bocah Tewas Tertembak, Satu Prajurit TNI Terluka

Kontak Tembak TNI-Polri dengan TPNPB di Intan Jaya 

JAYAPURA-Kontak tembak antara TNI-Polri dengan TPNPB-OPM kembali terjadi di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Selasa (26/10) malam. 

Dalam kontak tembak tersebut, dua orang bocah dilaporkan terkena serpihan peluru dan satu di antaranya meninggal dunia. Selain itu, seorang prajurit TNI bernama Serka Asep Kurniawan dilaporkan tertembak di bagian tangan tembus perut.

Sumber Cenderawasih Pos yang enggan namanya dikorankan menyebutkan, saat terjadi kontak tembak, kedua bocah tersebut berada di dalam rumah. Mereka diduga terkena serpihan peluru dalam kontak tembak tersebut. 

“Saat kontak tembak terjadi, kedua anak tersebut berada dalam rumah. Tembakan mengenai dinding rumah kayu hingga serpihannya mengenai dua anak tersebut dan satu dinyatakan meninggal dunia,” ucapnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (27/10).

Satu bocah yang mengalami luka tembak menurutnya, kondisinya membaik, rencana akan dibawa ke rumah sakit setempat.

Dirinya menyebutkan, sebelum kontak tembak yang menewaskan satu anak kecil tersebut, pada pukul 14.00 WIT terjadi kontak tembak  antara aparat keamanan dengan TPNPB-OPM. Dalam kontak tembak tersebut satu anggota TNI tertembak.

“Penyerangan yang dilakukan TNI karena sebelumnya mereka diserang duluan oleh TPNPB-OPM, sehingga saling balas dan terjadi kontak tembak,” bebernya.

Belum diketahui penyebab TPNPB-OPM melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan. Namun menurut informasi, penyerangan tersebut diduga dipicu hilangnya seorang warga bernama Sem Kobogau (51) sejak 5 Oktober lalu dan belum juga ditemukan. “Hilangnya Sem menjadi pemicu kontak tembak tersebut,” ucap sumber Cenderawasih Pos.

Diakuinya, kondisi Intan Jaya saat ini sepi. Aktivitas warga terbatas. Anak sekolah juga diliburkan dan sebagian guru memilih mengungsi lantaran ketakutan. Sementara anggota TNI yang terluka sudah dievakuasi pada Rabu (27/10). “Rabu (27/10) sekira pukul 07:00 WIT ada tembakan saat proses evakuasi terhadap anggota TNI di Bandara Bilogai Sugapa,”tutupnya.

Secara terpisah, Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Taufan Gestoro yang dikonfirmasi membenarkan adanya kontak tembak di Intan Jaya sejak Selasa (26/10). Kontak tembak tersebut menyababkan anggota TNI Sersan Kepala Asep Hermawan tertembak.

“Anggota TNI yang tertembak sudah dievakuasi ke Mimika menggunakan helikopter bell milik TNI AD Rabu (27/10) pagi,” kata Danrem saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos kemarin (27/10).

Disinggung adanya anak kecil yang tertembak, Danrem mengaku belum mendapat informasi  detail. Namun laporannya seperti itu.

“Apakah betul atau tidak sementara belum dapat kepastian terkait berita itu, namun informasinya ada. Kita tidak tahu yang tembak dari pasukan TNI atau justru dari mereka (OPM-red) sendiri, masih dicek anggota di lapangan,” terang Danrem.

Lanjut Danrem, situasi anggota di Intan Jaya tetap waspada  dan mengantisipasi kelompok ini. 

Sementara itu, data dari Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm Reza Nur Patria, S.E., M.Si (Han) menyebutkan, kontak tembak antara Satgas TNI dengan OPM di Kabupaten Intan Jaya terjadi sekira pukul 13.50 WIT. Dimana  Satgas TNI sedang melaksanakan patroli di sekitar Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya.

Sekira pukul 14.20 WIT,  terjadi kontak tembak antara Satgas TNI dengan KST yang mengakibatkan satu anggota TNI mengalami luka tembak di tangan kiri tembus perut bagian kiri. Kondisi anggota tersebut dalam keadaan stabil dan sadar. 

Saat ini Satgas TNI masih melaksanakan siaga dan pengejaran terhadap KST di Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya.

“Mohon doa dari kita semua, semoga aparat TNI-Polri yang sedang melaksanakan penugasan di Bumi Cenderawasih selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dan diberikan keselamatan,” kata Kapendam. 

Sementara itu, Ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua, Jhon Gobai yang juga Anggota Komisi II DPRP Papua mengaku sudah mendengarkan langsung laporan kontak tembak yang terjadi di Intan Jaya. Terutama terkait dengan penembakan terhadap seorang anak di Kabupaten Intan Jaya. 

Gobai mengaku telah menerima tokoh adat dari Intan Jaya yang datang ke DPR Papua untuk menceritakan mengenai kronologis kejadian penembakan yang terjadi di Intan Jaya.

“Kami sudah dapat laporan dan saya pikir sudah banyak juga di media sosial yang kita baca, sehingga kita tidak perlu lagi tutupi kejadian yang sebenarnya terjadi di Intan Jaya,” ungkapnya kepada cenderawasih pos melalui telepon selulernya, Rabu (27/10).

Menurut Gobai, ini bukanlah kejadian yang baru pertama kali terjadi di Intan Jaya, tetapi merupakan kejadian yang beberapa kali sudah terjadi. Terutama konflik bersenjata yang terus terjadi yang menimbulkan korban jiwa bagi warga sipil yang ada di Intan Jaya. 

“Oleh karena itu, ini sebenarnya menjadi catatan evaluasi, sehingga kasus penembakan terhadap warga sipil di Intan Jaya tak boleh terjadi lagi,” tuturnya.

Dia meminta agar konflik bersenjata antara TPN-OPM dan TNI-POLRI harus dihentikan di Papua, khususnya di Intan Jaya. Tak hanya itu, pasukan non organik juga harus ditarik. Karena kasus Intan Jaya terus terjadi yang justru menimbulkan korban jiwa bagi warga sipil di Intan Jaya.

Gobai mengatakan, dirinya akan menyampaikan ke Komisi I DPR Papua yang bertanggung jawab untuk melihat masalah ini. Sehingga ada sikap-sikap dari DPR Papua terhadap kasus yang terjadi di Intan Jaya. (fia/bet/nat)

newsportal

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

7 hours ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

8 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

9 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

10 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

12 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

13 hours ago