

Masyarakat saat lakukan aksi protes di Bundaran Kenyam (19/9) lalu.
JAYAPURA-Kapolres Nduga Kompol Vinsensius Jimmy Parapaga membantah dengan tegas jika anggotanya melakukan penyiksaan terhadap lima warga Nduga yang sempat ditahan dan dibebaskan pada (21/9).
“Itu tidak benar, tidak ada penyiksaan. Jika dilihat dari lukanya, itu bukan bentuk penyiksaan,” tegas Kapolres saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui sambungan telfonnya, Selasa (26/9).
Kapolres menerangkan, pembebasan lima orang pada Kamis (21/9) disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Nduga, Wakil Sinode, beserta keluarga. Dan saat itu juga disepakati bahwa tidak ada kekerasan.
“Waktu kami keluarkan dari tahanan Polres Nduga, lima orang ini kita sudah sepakat bahwa tidak ada tindakan kekerasan. Jika diklaim luka yang dialami akibat penyiksaan atau tindakan kekerasan, coba dilihat dari jenis lukanya. Itu luka lama dari yang bersangkutan,” terangnya.
Kapolres mengaku jika dirinya yang menjamin lima orang itu untuk keluar dari tahanan Polres Nduga.
“Bahwa ada bukti bahan keterangan yang merujuk mereka terlibat dan aktif dalam mendukung kegiatan kegiatan KKB, baik dalam informasi atau suplai bahan makanan,” ucapnya.
Kapolres juga menyampaikan saat lima orang tersebut dibebaskan. Yang bersangkutan membuat surat penyataan, dimana dalam pernyataan itu salah satu poinnya mereka berjanji tidak akan melakukan hal serupa, baik langsung maupun tidak langsung
Sekedar diketahui, sebelumnya aparat gabungan melakukan penggerebekan Kantor Kelasis Gereja Kemah Injil (Kingmi) di tanah Papua, Kenyam. Dalam penggerebekan itu, beberapa warga diamankan dan dibawa ke Polres Nduga untuk dimintai keterangan. (fia/wen)
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…