“Jadi kalaupun nanti ingin ditutup, kita harus menggunakan material yang bisa menyerupai lempung dan pasir. Intinya material yang permeabilitasnya mendekati nol yang tidak bisa ditembus gas,”paparnya.
Di tempat terpisah, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua, akan turun melakukan penelitian terkait dengan sumur gas yang berlokasi di pemukiman masyarakat Bugis, Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami.
Plt Kepala Dinas ESDM Papua, Elyas Wenda menyebut, pihaknya sudah membuat surat yang akan ditujukan kepada Pj Gubernur Papua, M Ridwan Rumusukun. Dimana surat tersebut sebagai bentuk dukungan.
“Kita sudah buat surat untuk sampaikan ke Pj Gubernur, nanti dukungannya seperti apa lalu kami membentuk tim teknis yang akan turun ke lokasi untuk menindaklanjuti terkait semburan gas tersebut,” kata Elyas kepada Cenderawasih Pos, Selasa (24/10).
Adapun langkah yang diambil pihak ESDM, dimana tahap pertama sudah melakukan rapat kecil, termasuk membuat surat yang akan disampaikan kepimpinan sembari menunggu arahan berikutnya dari pimpinan. Pihaknya kata Elyas, akan libatkan SKPD teknis.
Sebelumnya lanjut Elyas, pihak ESDM sudah turun ke lapangan untuk mengecek lokasi ditemukannya sumur gas tersebut. Ia pun tak memungkiri bahwa dataran Koya (Muara Tami) memang memiliki potensi gas, karena sebelumnya juga ditemukan dengan lokasi yang berbeda.
Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…
“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…
Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…
Dari 139 Kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura, ternyata masih ada kampung yang berada di…
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang BKK Jayapura, dr. Danur Widura, menyatakan bahwa…
Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan…