“Jadi kalaupun nanti ingin ditutup, kita harus menggunakan material yang bisa menyerupai lempung dan pasir. Intinya material yang permeabilitasnya mendekati nol yang tidak bisa ditembus gas,”paparnya.
Di tempat terpisah, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua, akan turun melakukan penelitian terkait dengan sumur gas yang berlokasi di pemukiman masyarakat Bugis, Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami.
Plt Kepala Dinas ESDM Papua, Elyas Wenda menyebut, pihaknya sudah membuat surat yang akan ditujukan kepada Pj Gubernur Papua, M Ridwan Rumusukun. Dimana surat tersebut sebagai bentuk dukungan.
“Kita sudah buat surat untuk sampaikan ke Pj Gubernur, nanti dukungannya seperti apa lalu kami membentuk tim teknis yang akan turun ke lokasi untuk menindaklanjuti terkait semburan gas tersebut,” kata Elyas kepada Cenderawasih Pos, Selasa (24/10).
Adapun langkah yang diambil pihak ESDM, dimana tahap pertama sudah melakukan rapat kecil, termasuk membuat surat yang akan disampaikan kepimpinan sembari menunggu arahan berikutnya dari pimpinan. Pihaknya kata Elyas, akan libatkan SKPD teknis.
Sebelumnya lanjut Elyas, pihak ESDM sudah turun ke lapangan untuk mengecek lokasi ditemukannya sumur gas tersebut. Ia pun tak memungkiri bahwa dataran Koya (Muara Tami) memang memiliki potensi gas, karena sebelumnya juga ditemukan dengan lokasi yang berbeda.
Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…
Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…
Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…
Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…