“Jadi kalaupun nanti ingin ditutup, kita harus menggunakan material yang bisa menyerupai lempung dan pasir. Intinya material yang permeabilitasnya mendekati nol yang tidak bisa ditembus gas,”paparnya.
Di tempat terpisah, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua, akan turun melakukan penelitian terkait dengan sumur gas yang berlokasi di pemukiman masyarakat Bugis, Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami.
Plt Kepala Dinas ESDM Papua, Elyas Wenda menyebut, pihaknya sudah membuat surat yang akan ditujukan kepada Pj Gubernur Papua, M Ridwan Rumusukun. Dimana surat tersebut sebagai bentuk dukungan.
“Kita sudah buat surat untuk sampaikan ke Pj Gubernur, nanti dukungannya seperti apa lalu kami membentuk tim teknis yang akan turun ke lokasi untuk menindaklanjuti terkait semburan gas tersebut,” kata Elyas kepada Cenderawasih Pos, Selasa (24/10).
Adapun langkah yang diambil pihak ESDM, dimana tahap pertama sudah melakukan rapat kecil, termasuk membuat surat yang akan disampaikan kepimpinan sembari menunggu arahan berikutnya dari pimpinan. Pihaknya kata Elyas, akan libatkan SKPD teknis.
Sebelumnya lanjut Elyas, pihak ESDM sudah turun ke lapangan untuk mengecek lokasi ditemukannya sumur gas tersebut. Ia pun tak memungkiri bahwa dataran Koya (Muara Tami) memang memiliki potensi gas, karena sebelumnya juga ditemukan dengan lokasi yang berbeda.
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…