Sebagai bukti, masyarakat pun menanam kayu tempat di mana peluru masuk ke dalam tanah. Saat tim melakukan pemantauan tempat kejadian perkara, ditemukan barang bukti berupa selongsong peluru milik TNI dan TPNPB, melihat dan memastikan honai dimana TPNPB menginap, melihat rumah-rumah yang tertembak, melihat tempat kremasi Mesak Asipalek dan Prek Sarera serta memastikan tempat penembakan kedua korban.
Saat kembali dari pemantauan, Thoe mengaku timnya dihentikan oleh anggota TNI di Gunung Ongolo. Kendaraan mereka digeledah dan ditemukan selongsong serta proyektil peluru yang sebelumnya diambil sebagai bukti. Theo pun menegaskan bahwa keberadaan timnya bukan untuk berpihak, melainkan untuk memastikan keselamatan warga sipil setempat.
“Saya datang sebagai pembela HAM dan saya anak asli Tangma, kedatangan saya untuk koordinasi dengan masyarakat sehingga mereka tidak panik,” tegasnya.
Kata Theo, laporan sementara hasil pemantauan telah dikirimkan kepada Presiden Prabowo, Panglima TNI, Kementerian HAM RI, Komnas HAM, serta lembaga internasional termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. (fia/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…
Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…
Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…
Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…
Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…
Gebyar Pajak 2026 yang digelar di halaman Kantor Bapenda Papua, Kamis, 13 Agustus 2026,…