Categories: BERITA UTAMA

Antisipasi Krisis Global, Perkuat Ketahanan Pangan

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan daerah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis global, khususnya dampak konflik di Timur Tengah yang belum menentu. Hal ini disampaikan Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri saat acara buka puasa bersama berbagai elemen masysrakat di Gedung Negara, pekan kemarin.

Gubernur menekankan bahwa fokus utama pembangunan daerah saat ini diarahkan pada sektor perikanan laut dan pertanian. Sektor pertanian yang dimaksud mencakup pengembangan sawah, peremajaan (replanting) kelapa sawit, serta penanaman komoditas strategis seperti kakao dan jagung.

“Kami fokus pada laut dan pertanian. Ini yang kita dorong, mulai dari cetak sawah, perbaikan sawit yang sudah rusak, hingga penanaman kakao dan jagung,” ujar Gubernur.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur pemerintah dan instansi terkait, untuk turut terlibat aktif dalam pengelolaan lahan pertanian. Menurutnya, kesiapsiagaan sejak dini sangat penting mengingat ketidakpastian kondisi global.

“Kita tidak tahu kapan konflik di Timur Tengah berakhir. Karena itu kita harus mulai mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan terburuk jika krisis berkepanjangan,” katanya.

Selain itu, Mathius menegaskan bahwa seluruh program pemerintah yang akan dijalankan bersifat gratis bagi masyarakat. Namun, ia mengingatkan pentingnya kejelasan status kepemilikan lahan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, terutama terkait praktik palang-memalang.

“Program ini gratis, tapi lahan harus jelas miliknya. Jangan sampai bermasalah karena kami tidak akan menyelesaikan urusan palang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi sejumlah kepala daerah yang telah mendukung penyediaan lahan, seperti Kabupaten Keerom. Sementara itu, beberapa daerah lain masih menghadapi kendala, terutama terkait persoalan lahan.

Mathius juga meminta peran aktif Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung program pemerintah, khususnya melalui pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Ke depan, pengelolaan CSR akan dikoordinasikan oleh pemerintah provinsi agar lebih tepat sasaran dan mampu mendorong pertumbuhan UMKM.

“Kalau UMKM tumbuh, kita bisa lebih kuat menghadapi krisis. Prediksi dari pusat, dua tahun ke depan kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Kantor Bupati Boven Digoel Ditahan

Dalam perkara tersebut, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp11.719.700.000. Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan…

1 day ago

Pemkab Merauke Godok Status Darurat Karhutla

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…

1 day ago

Kebakaran Hutan di Gunung Tembagapura Padam,  Potensi Api Susulan Perlu Diwaspadai

​Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…

1 day ago

TNI Hormati Putusan MK Soal Pidana Umum di Pengadilan Umum

Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…

1 day ago

Siapkan Dana Cadangan Sejak Awal Tahun, Anggaran BLUD Terus Berputar

RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai  sejauh ini masih dalam kondisi…

1 day ago

Aturan Sisa Kuota Internet Belum Dipatuhi Penuh

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut operator seluler belum sepenuhnya mematuhi ketentuan perlindungan…

1 day ago