Categories: BERITA UTAMA

Seluruh Nakes dan Guru Mulai Ditarik

Pemda juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini dan pihaknya akan berupaya maksimal untuk mengembalikan situasi normal kembali. “Untuk yang luka-luka kami akan obati termasuk pengiriman jenasah akan kami kawal sampai ke kampung halaman sekaligus memberikan santunan duka. Sekali lagi kami mohon maaf,” tutupnya.

Ia membenarkan bahwa Senin (24/3) kemarin seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di 33 distrik telah ditarik untuk dievakuasi.

“Ia kami tarik dulu dan hari ini (Senin,24/3) ini masih ada 2 distrik lagi. kami akan evaluasi apakah program ini dilanjutkan atau tidak dan memang yang dirugikan  nantinya adalah masyarakat di kampung sebab jika sakit siapa yang akan mengobati, siapa yang akan merawat sebab semua tenaga medis sudah kami tarik,” ucapnya dengan nada menyesal.

Sementara Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, mengecam keras aksi KKB yang menyerang guru dan tenaga kesehatan tersebut. Pangdam menceritakan bahwa dari laporan ada sekitar 11 orang anggota KKB tiba-tiba menyerang rumah guru. Sebagian dari mereka masuk ke dalam rumah, sementara yang lain menunggu di luar.

Setelah melakukan penyerangan, KKB membakar dua unit rumah guru. Meskipun demikian, para guru berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan warga dan kemudian dibawa ke Puskesmas Anggruk untuk mendapatkan perawatan.

“Dari peristiwa ini, satu orang guru bernama Rosalina Rerek Sogen meninggal dunia akibat terkena benda tajam, sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka,” jelas Mayjen TNI Rudi Puruwito.

Merespons kejadian tersebut, aparat keamanan TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Yahukimo segera bergerak ke lokasi kejadian menggunakan helikopter untuk mengevakuasi korban.

“Proses pemakaman dan lokasinya masih menunggu pembahasan antara keluarga korban dan Pemda Yahukimo. Sedangkan enam korban lainnya akan dirawat hingga pulih,” ujar Mayjen TNI Rudi.

Pangdam juga menyampaikan bahwa saat ini aparat TNI telah berada di Distrik Anggruk, dan masyarakat yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Sebanyak 34 orang telah tercatat kembali ke kampung mereka. “Motif di balik penyerangan sadis oleh KKB ini masih dalam penyelidikan,” beber Rudi.

Menanggapi tuduhan bahwa para korban adalah intelijen militer, Mayjen TNI Rudi menegaskan bahwa korban adalah guru dan tenaga kesehatan, bukan anggota TNI. “Masyarakat sudah mengetahui bahwa mereka adalah guru dan nakes. Tuduhan dari KKB bahwa korban adalah intelijen militer hanyalah kedok untuk mencari alasan membenarkan aksi keji mereka,” tegasnya. (rel/fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Pansus DPRK Mimika Pastikan 6 Warga Sipil Telah Dipulangkan ke KeluargaPansus DPRK Mimika Pastikan 6 Warga Sipil Telah Dipulangkan ke Keluarga

Pansus DPRK Mimika Pastikan 6 Warga Sipil Telah Dipulangkan ke Keluarga

Pemulangan ini dilakukan setelah hasil pemeriksaan intensif menyatakan mereka murni warga sipil dan tidak terbukti…

2 days ago

Siapkan Lima Kapal untuk Program Mudik Gratis

Sementara itu, rute Jayapura-Kasonaweja akan dilayani Cantika Lestari 88 dengan total empat kali pelayaran, yakni…

2 days ago

Polda Papua Tengah Usulkan Pembangunan Markas Definitif di Nabire

“Kantor yang saat ini kami gunakan sebagai Mapolda Papua Tengah masih berstatus pinjam pakai dari…

2 days ago

Dorong Percepatan Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa digitalisasi saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan…

2 days ago

Cek Stabilitas Harga Bapok, Bupati Langsung Sidak ke Pasar

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH mengngatakan , 6 Tim gabungan ini terdiri dari Pemkab…

2 days ago

RPJMD Papua 2025-2029 Fokus pada Program Sosial dan Infrastruktur

“Keseluruhan program unggulan tersebut merupakan instrumen konkret untuk memastikan bahwa visi pembangunan tidak berhenti pada…

2 days ago