Categories: BERITA UTAMA

Intensitas Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi

PRAKIRAAN CUACA: Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Petrus Demonsili, SIP., M.Si., saat menjelaskan tentang prakiraan cuaca di Papua kepada Cenderawasih Pos di kantor BBMKG Wilayah V Jayapura, Senin (25/3). ( FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA-Masyarakat di Kota dan Kabupaten Jayapura khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor diminta untuk tetap berhati-hati dan senantiasa waspada terhadap ancaman bencana alam. 

Pasalnya, Balai Besar Meteorologi, Kilimatogi dan Geofisika (BBMKG) Wiyalah V Jayapura memprediksi curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang berlanjut hingga akhir bulan Maret ini.  

Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Petrus Demonsili, SIP., M.Si., ke Cenderawasih Pos, Senin (25/3) mengatakan penurunan intensitas curah hujan baru akan terjadi April hingga Mei nanti. 

“Curah hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan akan berlanjut hingga Maret ini. Untuk itu, masyarakat diharapkan selalu waspada namun tidak untuk menghentikan segala aktivitas yang lainya,” pintanya. 

Meski curah hujan masih akan turun dengan intensitas tinggi hingga akhir bulan ini, Petrus berharap masyarakat terus melanjutkan segala aktivitasnya hanya saja kewaspadaan harus diitngkatkan. Terutama yang bermukim di lereng gunung atau daerah langganan banjir setiap hujan. 

Terkait bencana banjir bandang di Sentani, Petrus mengakui bahwa salah satu penyebab curah hujan yang melebihi normal. Hal lain menurutnya yaitu sering terjadi gempa baik dirasakan maupun tidak dirasakan, serta kemiringan pegunungan Cycloop yang sangat curam yang kemiringannya 40 sampai 90 derajat, sehingga membuat material gampang dipengaruhi ketika terjadi intensitas hujan yang sangat tinggi. 

“Curah hujan yang normal hanya 50 mm tiap harinya namun yang terjadi saat bencana tersebut mencapai 248,5 mm dalam satu hari. Peningkatan ini sudah berkali-kali lipat sehingga terjadi banjir bandang tersebut,” jelasnya.

Tingginya curah hujan saat ini menurut Petrus disebabkan siklon tropis dimana fenomena yang memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap terjadinya hujan dan juga terjadinya tekanan rendah.

“Gabungan dari kedua siklus tersebut terutama di wilayah Jayapura dan sekitarnya sangat terhimpit. Dimana uap air yang seharusnya dilepas ke lautan Pasifik namun dengan siklus udara yang menekan uap tersebut kembali ke wilayah Jayapura dan sekitarnya sehingga terjadi hujan yang berkepanjangn atau kurang lebih 4 hari tersebut pasca bencana,” jelasnya.

Ditambahkan, fenomena ini juga merupakan salah satu aspek yang membuat wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura sekitarnya terjadi hujan dengan intensitas yang sangat tinggi.(kim/fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Nasib Rahmad Darmawan Ditentukan Pekan Depan

Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…

7 hours ago

Lagi, 7 Jenazah Korban Jembatan Roboh Ditemukan

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…

8 hours ago

Polda Papua Pastikan Seleksi Bintara Polri Transparan

Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…

9 hours ago

Siap Bentuk Mutiara Digital di Batas Kota, Melawan Keterbatasan dengan Prestasi

Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…

10 hours ago

Abisai Rollo : Keberhasilan Implementasi Otsus Diukur dari Dampak yang Dirasakan Langsung oleh Warga Papua

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…

11 hours ago

2027, Pemkam Holtekam Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…

12 hours ago