Categories: BERITA UTAMA

Tak Lagi Dapat PAD dari PT FI, Gubernur Harus Putar Otak

JAYAPURA – Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Tan Wie Long mewanti kepala daerah baik Provinsi Papua maupun Papua Selatan untuk berfikir ekstra agar bisa menyokong pembangunan di daerahnya masing-masing karena besar kemungkinan dari pemekaran DOB ini maka Papua tidak lagi mendapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PT Freeport.

“Ini sudah harus dipikirkan. Kita tidak bisa langsung mengatakan semua baik – baik saja sementara ada perubahan besar yang sedang terjadi dan patut ikut dipikirkan,” kata Tan Wie Long di ruang kerjanya belum lama ini. Bahkan kata politisi Golkar ini siapapun yang ingin maju sebagai guberur, wali kota maupun bupati harus bisa memutar otak bagaimana menggali PAD ditempatnya.

“Pikiran kami paling tidak gubernur memang harus mempunyai basic ekonomi karena melihat potensi sumber PAD sudah tidak sama seperti dulu. Gubernur  di Papua paling tidak harus punya scenario  bagaimana bisa mendapat PAD sebesar Rp 1 triliun,” beber Tan Wie Long di ruang kerjanya belum lama ini. Ia menyebut jika provinsi terjadi pemotongan maka bisa dipastikan imbasnya akan turun ke kabupaten maupun kota.

“Jadi disini bupati dan wali kota perlu ikut berfikir bagaimana membantu gubernur. Jadi ini satu PR bagi siapa saja yang menjabat nanti,” tambahnya. KOntribusi PT Freepor terhadap PAD di Papua sebelum pemekaran dikatakan lumayan untuk menopang program pembangunan yang harus segera diselesaikan. Namun seiring pemekaran maka Papua tidak lagi mendapatkan PAD  dari PT Freeport.

Iapun menyatakan bahwa tidak perlu berambisi menjadi gubernur atau wali kota dan bupati apabila tidak memiliki basic ekonomi. “Ini harus dijabarkan baik sebab selama ini kita hanya terbuai dengan dukungan atau bantuan dari pemerintah pusat sehingga tidak terlalu fokus untuk bagaimana menyiapkan ladang – ladang PAD dari potensi yang dimiliki,” singgungnya.

Yang jelas kata Tan Wie Long situasinya kini sudah berubah. Papua tidak lagi mendapat dukungan dari Freeport sebab sudah beda provinsi. “Memang ada negatifnya dimana Papua selama ini hanya menyusui dari bantuan pemerintah pusat sehingga tidak memikirkan sumber pendapatan lain jadi ini menjadi satu PR besar bagi siapapun pemimpin ke depan,” tutupnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Jaksa Sita Rp300 Juta Terkait Korupsi Lahan Kebun di Mimika

Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…

7 hours ago

Ondoafi Maribu Klaim Lahan Sekolah Rakyat Milik Suku Yarusabra

Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…

8 hours ago

Jalan Bongge Belum Masuk Destinasi Wisata Resmi

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…

9 hours ago

Banyak Peternak Baru, Hanya Pembinaan dan Pemasaran Perlu Diperkuat

Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…

10 hours ago

Wajah Depan Kab. Keerom AKan Ditata Sebaik Mungkin

- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…

11 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Salah Satu Penginapan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan,  melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …

12 hours ago