

Kondisi korban salah satu korban yang terlihat terjepit di bagain depan usai bertabrakan dengan sepeda motor, Senin (23/6). (foto:Humas Polresta Jayapura Kota).
JAYAPURA– Satlantas Polres Jayapura Kota diberi PR (Pekerjaan Rumah) pasca terjadinya kecelakaan lalu lintas kurun waktu dua hari berturut-turut dan menelan 4 korban meninggal dunia. Lokasinya juga hanya disepanjang ruas Jalan Raya Holtekamp di Kota Jayapura dengan kejadian pagi dan siang.
Untuk penyebabnya salah satunya adalah sopir yang diduga dalam pengaruh minuman keras. Peristiwa pertama terjadi pada Minggu (22/6), tak jauh dari Pos Pol Airud Polresta Jayapura Kota atah disekitar Jembatan Yotefa. Seorang pengendara sepeda motor Kawasaki Ninja 150 dengan nomor polisi PA 3005 JH, bernama Royman (18), meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sementara penumpangnya, Ciran (21), mengalami patah tulang pada kaki kiri.
“Peristiwa tersebut terjadi lantaran pengendara motor melaju terlalu kencang hingga kehilangan kendali dan menabrak median jalan,” jelas Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, AKP Muhammad Akbar, Senin (23/6).
Kecelakaan kedua terjadi keesokan harinya, Senin (23/6) sekitar pukul 07.40 WIT, di lokasi berbeda namun masih di kawasan Jalan Raya Holtekamp, tepatnya di dekat Kantor Balai Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami. Kecelakaan ini melibatkan sebuah mobil Toyota Kijang dan sepeda motor Yamaha Mio.
Akibat tabrakan keras tersebut, pengemudi Toyota Kijang bernama Falderio (28) tewas di lokasi akibat luka robek di bagian belakang kepala. Penumpang mobil lainnya, yaitu Raul (25), Marfin (24), Rina (26), Gilbert (32), dan seorang balita bernama Gama (3), mengalami luka ringan.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…