KWI menilai pendekatan keamanan yang selama ini dominan justru belum mampu menjawab akar persoalan di Papua. Sebaliknya, pendekatan tersebut dinilai berpotensi memperpanjang trauma sosial masyarakat.
“Papua bukan sekadar persoalan pembangunan atau keamanan, melainkan bagian utuh dari wajah Indonesia yang menuntut niat baik dan kejujuran kita dalam berjuang demi kesejahteraan Papua dan kebaikan bersama. Pendekatan keamanan bukanlah jalan cepat dan tepat dalam penyelesaian masalah di Papua,” tegasnya.
Karena itu, KWI mendorong pendekatan yang lebih manusiawi, dialogis, partisipatif, dan menghormati sejarah serta hak-hak dasar masyarakat adat Papua. Seruan ini sekaligus menjadi kritik moral terhadap kebijakan negara yang selama ini dinilai terlalu bertumpu pada stabilitas keamanan dibanding membangun kepercayaan masyarakat.
Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Adrianus Sunarko, mengatakan Hari Kebangkitan Nasional seharusnya menjadi momentum refleksi untuk membangun masa depan bangsa dengan keberanian menghadapi realitas sosial yang pahit. Ia mengajak pemerintah membuka ruang evaluasi terhadap kebijakan politik dan pembangunan yang berpotensi memperdalam krisis sosial, termasuk di Papua.
Setelah dipalang aktivitas pelayanan Kantor Distrik Sentani untuk sementara dipindahkan ke Kantor Kelurahan Hinekombhe. Hal…
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…
Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…
Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…
Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…