Categories: BERITA UTAMA

Guru dan Nakes Diserang KKB, Satu Tewas

JAYAPURA  Kebrutalan dari Kelompok Kriminal Besenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) makin menjadi. Lokasi yang biasanya aman justru dibuat mencekam. Sekolah dan puskesmas di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Provinsi  Papua Pegunungan menjadi sasaran amuk KKB pada Jumat (21/3). Alhasil ada 7 orang menjadi korban dimana salah satunya meninggal dunia.

Situsi semakin mencekam karena  kejadian ini diketahui oleh tenaga medis dan guru-guru di distrik lain sehingga semua memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ada yang lari dan berkumpul ke rumah klasis.

Proses evakuasi dihari kejadian sempat terkendala cuaca sehingga baru bisa dituntaskan pada Minggu (23/3). Laporan yang diterima Cenderawasih Pos total ada 46 guru dan tenaga kesehatan (Nakes) yang dievakuasi. Dan yang terakhir pada Minggu kemarin ada 9 nakes dan guru yang  tiba di Jayapura.

“Jumat yang lalu kami mendengar ada penyerangan di Puskesmas Anggruk dan sekolah di Anggruk. Sabtu kemarin cuaca tidak bersahabat akhirnya kami baru bisa masuk hari Minggu dan kami masuk gunakan lima pesawat. Informasi terakhir adalah satu orang meninggal dunia dan 3 luka ringan dan bukan 6 orang yang meninggal tapi 1,” jelas Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli. Dikatakan karena fasilitas kesehatan terbatas maka semua dibawa ke Jayapura.

“Kami ikut berdukacita atas insiden ini. Ini kejadian luar biasa sejak injil masuk 64 tahun yang lalu kejadian ini tidak pernah terjadi. Dulu kami masuk ke  Anggruk bisa  istirahat dan melakukan kegiatan seperti  biasa karena itu saya katakan ini luar biasa,” tambahnya.

Dikatakan pemerintah kaget dan syok sehingga kami merasa ini tidak harus terjadi. Disini ia juga meluruskan soal isu bahwa nakes ataupun guru bersal dari intelejen.

“Soal rekrutmen guru ini perlu diluruskan, mereka (guru dan nakes) bukan rekrutmen baru tapi ini nakes atau guru yang sudah lama. Kami rekrut terbuka dan wajib beragama Kristen serta wajib terima yesus, sudah dibaptis dan menjadi guru atau tenaga medis missionaris. Dan untuk memenuhi ini kami verifikasi selama 30 hari sampai orang tuanya semua kami tanyakan. Hingga betul-betul  diperoleh mereka yang mau mengabdi,”beber Didimus.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

4 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

5 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

6 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

7 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

8 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

9 hours ago