Categories: BERITA UTAMA

Uskup Yan Minta TPN OPM Menahan Diri

Hasil investigasi, menemukan fakta bahwa masyarakat sipil di Distrik Oskop sudah mengungsi ke hutan sejak awal Desember 2024. Jumlahnya diperkirakam mencapai mencapai 401 jiwa, dengan rincian, anak-anak berusia 2 bulan sampai 12 tahun sekira mencapai 30 orang. Perempuan, ibu hamil, lansia, dan pemuda, sekira 115 orang.

“Warga ini mengungsi akibat  pengerahan personel militer ke kampung-kampung mereka,” bebernya. Data ini belum termasuk dengan pengungsi di luar tenda yang belum di catat, sambungnya. Ia pun menyampaikan masyarkaat setempat  tidak mengharapkan lebih dari persoalan ini, mereka hanya meminta agar militer yang saat ini menguasai wilayah mereka segera ditarik mundur.

Sebab kehadiran militer di tengah tengah mereka saat ini sangat menngganggu psikologis mereka. “Mereka merasa kehadiran militer justru menimbulkan rasa takut dan ketidakamanan, sehingga menghambat mereka untuk kembali ke kampung halaman dan menjalani kehidupan normal terutama menjelang perayaan Natal yang adalah hari besar umat Kristen (Katolik dan GIDI) di wilayah tersebut,” tegas Uskup Yan.

Uskup asli Papua itu juga meminta agar aparat kepolisian Pegunungan Binta dapat bekerja secara profesional sebab pernyataan Kepala Polres Pegunungan Bintang, AKBP Anto Seven yang menyebut bahwa  para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing dan situasi di Oksop aman dan kondusi serta tidak ada operasi militer yang sedang berlangsung tidak sesuai dengan hasil investigasi tim independen di lapangan.

Kenyataan yang ditemukan tim investigasi di lapangan masih menemukan banyak pengungsi yang belum kembali ke rumahnya masing masing, ini twrjadi karena mereka masih trauma dengan keberadaan militer di wilayah mereka,” tuturnya.

Terhadap situasi ini Ia meminta Komnas HAM melakukan investigasi independen terhadap situasi di Distrik Oksop dan memastikan bahwa hak asasi manusia masyarakat terpenuhi. Termasuk juga pihak yang berkehendak baik, agar bekerja sama dengan posko-posko bantuan kemanusiaan Pegunungan Bintang untuk memberikan bantuan darurat kepada para pengungsi, seperti makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal sementara.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Waspadai Ancaman Ganda El Nino

Bayangkan saja jika satu kota dilanda cuaca ekstrim seperti hujan es selama berbulan-bulan dan tak…

10 hours ago

Alfredo Yakin Mengembalikan Persipura ke Liga 1

Direktur Sepakbola Persipura, Alfredo Vera, menegaskan bahwa siapapun yang datang menukangi Persipura pasti memiliki beban.…

11 hours ago

Daerah Rawan Siap Dipasang CCTV

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan saat ini terdapat sekitar 10 titik CCTV yang…

12 hours ago

Butuh Kolaborasi Untuk Tangani Korban Kebakaran

-Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri meminta adanya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota…

12 hours ago

Buron 2 Tahun, Mantan Bupati Minahasa Utara Dibekuk di Timika

Putu mengatakan, VA ditangkap di Rumah Sakit Kasih Herlina Timika, Papua Tengah, Minggu, 30 Agustus…

13 hours ago

Pentingnya Ruang Aman Diskusi Seksualitas Bagi Remaja

  Peristiwa obrolan tidak pantas di grup WhatsApp yang beredar di media sosial tersebut dinilai…

13 hours ago