Massa juga meminta kepada Presiden Prabowo Subianto dan DPR-RI segera hentikan PSN di Merauke dan seluruh tanah Papua. Serta meminta segera menarik militer organic maupun non organic yang dipekerjakan sebagai tenaga kerja di lokasi PSN di Merauke dan seluruh Tanah Papua.
Massa aksi juga mengutuk keras atas tindakan militer yang meneror masyarakat adat. “Milter stop melakukan tindakan-tindakan yang mengacaman masyarakat adat,” beber Yul. Untuk diketahui adapun aksi tersebut dilakukan mulai pukul 08.00-13.00 WIT. Adapun aksi dilakukan dengan pengawasan ketat dari aparat keamanan Polresta Jayapura Kota dan Brimob Polda Papua. Usai berorasi, massa pun membubarkan diri. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze berencanakan akan segera menemui masyarakat pemilik hak ulayat terkait dengan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo melantik dua anggota Majelis Rakyat Papua Selatan Pengganti Antar Waktu…
Kondisi tersebut semakin kompleks di daerah, termasuk Papua, di mana media lokal dan jurnalis masih…
PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi memulai Program Eksekutif Mengajar untuk memperkuat…
-Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan Pertamina Patra Niaga Papua memastikan pasokan gas elpiji dijamin aman…
Samsat Wamena memastikan tidak hanya melakukan penghapusan denda pajak kendaraan namun juga memberikan diskon untuk…