Pihaknya lantas menyerukan lima tuntutan yaitu pertama, evakuasi segera tujuh karyawan Freeport yang tertimbun, dengan kompensasi penuh. Kedua, hentikan praktik tambang yang menghancurkan lingkungan, merusak hak adat, dan mengabaikan keselamatan buruh.
Tiga, pengakuan hak bangsa Papua untuk menentukan nasib sendiri, termasuk hak atas tanah, sumber daya, dan kelestarian hidup. Empat, tekanan kepada perusahaan multinasional agar mematuhi hukum buruh internasional, hak lingkungan, dan prinsip keadilan sosial. Kelima menyerukan solidaritas perlawanan luas tanpa batas terhadap Freeport. “KNPB menegaskan Freeport bukan hanya pelaku eksploitasi ekonomi dan ekologis, tetapi juga simbol dari kolonialisme modern yang menindas manusia dan alam Papua,” tutupnya. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kenaikan UMP tertuang dalam Keputusan Gubernur Papua Nomor 100.3.3.1/KEP.409/2025 tentang Upah Minimum Provinsi dan Upah…
Direktur Eksekutif YKKMP Pembela HAM di tanah Papua, yang juga Ketua Tim Kemanusiaan Distrik Gearek,…
Abisai Rollo secara langsung melakukan pengecekan kehadiran pegawai dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia…
Papua kaya dengan potensi sumber daya alam. Ini tak bisa ditampik. Potensi yang sepatutnya bisa…
Berbagai elemen masyarakat menunjukkan kepedulian dan dukungannya, menciptakan suasana kondusif bagi umat Kristiani untuk menjalankan…
Menurut Barto sapaan akrab politisi Muda Port Numbay itu, bahwa instruksi wali kota tersebut tidak…