Categories: BERITA UTAMA

Keluarga Pratu Hiron Paragai Akan Tuntut Secara Adat

WAMENA-Dengan adanya penganiayaan yang terjadi pada 20 Agustus lalu yang diduga dilakukan oknum anggota Brimob BKO di depan Tugu Salib Wamena, Kabupaten Jayawijaya,  keluarga korban Pratu Hiron Paragai menuntut agar pelaku penganiayaan harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, pihak keluarga akan menuntut dengan hukum adat.

Ketua LMA Kabupaten Jayawijaya, Herman Doga saat bersama keluarga korban bertemu dengan Kapolres Jayawijaya dan Dandim 1702/Jayawijaya, kemarin meminta agar Polda Papua segera menarik anggota BKO non organik yang bertugas di Kabupaten Jayawijaya.

“Kami keluarga mengutuk keras perlakuan oknum anggota Brimob BKO yang telah melakukan penganiayaan hingga menyebakan korban mengalami luka yang serius,” tegasnya.

“Kami keluarga meminta untuk oknum anggota Brimob yang melakukan penganiayaan kepada Pratu Hiron Paragai harus dihukum sesuai aturan dan berlaku serta dengan hukum adat dari pihak keluarga korban,” sambungnya.

Ia juga menyatakan tindakan yang dilakukan oknum anggota BKO Brimob telah menciderai nama institusi kepolisian di mata publik Jayawijaya. Oleh karena itu pimpinan Polri di Papua harus memperhatikan masalah seperti ini.

Secara terpisah Kapolres Jayawijaya AKBP. Hesman Napitupulu, SH., SIK., MH., ketika dikonfirmasi tentang keberadaan anggota Brimob BKO di Wamena yang diminta untuk ditarik menyatakan untuk urusan itu pihaknya belum bisa pastikan. Sebab kehadiran BKO Brimob di Jayawijaya untuk melaksanakan tugas negara dalam hal pengamanan.

“Kehadiran anggota BKO Brimob di Jayawijaya semua itu karena tugas, memang ada yang menilai kurang baik dan ada juga yang menilai baik. Tapi semua itu dilakukan karena perintah dan tugas yang harus mereka jalankan selama ini dalam hal pengamanan,” bebernya.

Di tempat yang sama Dansatgas Amanusa I, Kombes Pol Yusmanto Mujiharso, SIK., menyatakan sejak kemarin malam pihaknya telah membangun koordinasi guna mencari solusi terbaik agar jangan ada masalah -masalah yang muncul di belakang hari.

Bahkan, pihaknya dari Satgas Amanusa I baik secara pribadi dan selaku komandan satuan sudah meminta maaf kepada Dandim 1702/ Jayawijaya, Kapolres Jayawijaya, dan Kasi intel Korem 172/ Praja Wira Yakti.

“Selama ini hubungan, sinergitas kami dengan TNI sudah cukup baik, namun tiba-tiba ada oknum anggota kita yang melakukan tindakan tidak terpuji, dan dari hasil kepepakatan bersama untuk yang menyampaikan kronologi dari pihak yang independen bukan dari pihak kita,” jelasnya.

Ia juga memastikan saat ini tim sedang melakukan penyelidikan agar mendapatkan kronologis yang sebenar -benarnya sehingga hasilnya akan disampaikan kepada keluarga korban, mengapa bisa berkelahi dan sebagainya, dan apa yang nanti diterima oleh keluarga adalah hal yang benar bukan dari asumsi -asumsi.

“Saya sendiri tidak bisa mengintervensi tim yang akan melakukan penyelidikan dari Polda Papua. Begitu juga dengan yang lain, tim ini sudah bekerja memeriksa beberapa anggota dan akan melanjutkan memeriksa korban akan ditanya siapa yang pukul dan mengapa sampai terjadi pemukulan,” tutupnya. (jo/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KRIMINAL

Recent Posts

Cari Solusi Bersama Agar Pemalangan Tidak Terulang

  Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan dari pertemuan itu ada sejumlah persoalan yang disampaikan langsung…

36 minutes ago

2.200 Rumah Bantuan Presiden Mulai Dibangun Januari 2027

Gubernur Papua Pegunungan Dr (HC) John Tabo, SE, M.B.A menyatakan  pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan…

1 hour ago

Karhutla Meluas, Pemprov Papua Selatan Perkuat Respons Cepat

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, kondisi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Niño meningkatkan kerawanan…

2 hours ago

Tim Panitia A Turlap ke Kampung Honelama 2

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya, Melke Mentang, S.H. menyatakan pemeriksaan fisik ini dilakukan untuk memastikan…

2 hours ago

Dua Kelompok yang Berkonflik Diminta Segera Berdamai

​Kapolres Mimika, AKBP Alfredo A. Rumbiak, menyatakan aparat keamanan terus mengawal situasi di lapangan agar…

3 hours ago

Dorong Pengelolaan Keuangan Transparan dan Akuntabel Bagi 91 Kampung

Pelatihan ini digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Keerom dan melibatkan operator…

3 hours ago