Categories: BERITA UTAMA

KKBJ Minta Usut Tuntas Aksi Demo di PN Jayapura

JAYAPURA-Ketua Kerukunan Keluarga Besar Jayawijaya (KKBJ) di Kabupaten Mimika, Martinus Walilo geram dengan aksi demo yang dilakukan BEM Uncen Bersama Aliansi Masyarakat Orang Asli Papua Anti Korupsi di PN Jayapura, Jumat (23/6) kemarin.

Menurut dia, hal tersebut akan berdampak pada terjadinya konflik horizontal antar masyarakat, sebab peserta yang melakukan aksi bukan masyarakat Timika.

“Kami masyarakat Timika saat ini sedang aman-aman, jadi jangan lagi mereka datang dengan embel-embel organisasi anti korupsi. Mereka itu bukan orang Timika, jadi jangan buat kegaduhan,” tegas Martinu Walilo melalui sambungan telpon dengan Cendrawasih pos, Sabtu (24/6).

Walilo menyatakan, saat ini Johanes Rettop sangat kooperatif dengan persoalan hukum yang terjadi, oleh sebab itu tidak perlu ada aksi penuntutan yang justru mengadu domba pihak lain. Tetapi masyarakat perlu menghormari keputusan Majelis Hakim. Sebab yang bersangkutan (Johanes Rettop) tidak akan lari dari tanggung jawabnya.

“Janganlah bikin diri seakan akan mereka itu peduli dengan masyarakat Timika. Hal ini sangat berdampak pada terjadinya konflik sosial . “Saya minta aparat penegak hukum bertindak tegas kepada oknum yang mengatasnamakan organisasi anti korupsi itu,” tandasnya.

Terkait penahanan Johanes Reettop tentunya sudah menjadi kewenangan Majelis Hakim, sehingga tidak ada pihak luar yang menginterfensi kerja Hakim. Sebab disetiap persidangan Majelis Hakim selalu menegakkan alasan terkait tidak mengeluarkan surat penahanan Johanes Rettop. Hal itu terjadi karena terdakwa Johanes Rettop sanggat kooratif mengikuti persidangan.

Diapun meminta kepada aparat penegak hukum, usut para pendemo tersebut. Apakah mereka memiliki izin aksi. Apabila tidak, maka harus ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Kami menduga mereka yang demo ini ada kepentingan lain yang mendorong mereka seperti itu, jadi mohon kepada aparat penegak hukum usut persoalan ini,” harapnya.

Lanjutnya, majelis hakim harud tetap profesional menyelesaikan kasus Johanes Rettop dan tidak terpengaruh dengan adanya provokasi dari pihak luar. (rel/ary)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: TIMIKA

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

6 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

14 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

15 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

17 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

18 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

19 hours ago