Categories: BERITA UTAMA

Pemprov Papua Jadi Contoh bagi Pemda se-Indonesia

PELANTIKAN: Wagub Provinsi Papua, Klemen Tinal, SE., MM., saat mengambil sumpah/janji dan melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Pemerintah Provinsi Papua di Gedung Negara, Kamis (23/1).(FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA-Sebanyak 28 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilantik Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., di Gedung Negara Dok 5 Jayapura, Kamis (23/1) siang kemarin. 

Para pejabat yang dilantik, dalam hal ini 3 jabatan Asisten Sekda Papua, dan 25 jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua (data lengkap lihat grafis).

Wagub Provinsi Papua, Klemen Tinal menyebutkan, dengan telah dilakukan restrukturisasi organisasi tersebut, maka Pemprov Papua menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya di Indonesia. Dalam hal reformasi birokrasi, di mana organisasi pemerintahan dijalankan dengan miskin struktur, namun kaya fungsi.

“Langkah restrukturisasi ini sejalan dengan kebijakan Presiden RI dalam melakukan reformasi birokrasi. Pelantikan ini dilakukan di akhir Januari ini agar program kerja yang telah ditetapkan dalam APBD Provinsi Papua dapat berjalan. Termasuk roda pemerintahan kita juga dapat berjalan dengan baik,” ungkap Wagub Klemen Tinal.

Mengenai OPD yang kinerjanya paling ditekankan, Wagub Tinal menegaskan bahwa setiap OPD memiliki tugas, fungsi, dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Namun tetap pada tujuan yang sama dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, maupun pelayanan kemasyarakatan, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang.

“Tidak ada OPD yang lebih ditekankan. Semua OPD kerjanya sama. Terlebih ini mau PON, sehingga semuanya harus saling bahu membahu, terlebih, semua OPD yang juga masuk pada kepanitiaan PON,” tegasnya.

“Sedangkan untuk pejabat fungsional analis kebijakan yang dilantik merupakan sosok yang sebelumnya memiliki kapasitas sebagai pejabat eselon II ketika struktur masih besar. Ketika struktur mengecil, tidak semua mendapat tempat. Alhasil, diambil kebijakan, sehingga keahlian mereka tetap berkontribusi bagi pemerintah,” sambungnya.

Seperti diketahui, dibawah kepimpinan Gubernur Lukas Enembe, SIP., MH., dan Wakil Gubernur Klemen Tinal, SE., MM., Pemerintah Provinsi Papua melakukan restrukturisasi organisasi dengan memangkas 52 OPD menjadi 35 OPD saja. 

Dengan telah dilantiknya pejabat pimpinan tinggi pratama untuk mengisi masing-masing 25 OPD di Pemprov Papua, maka kini tinggal menyisakan pelantikan pejabat untuk mengisi jabatan pimpinan di 10 OPD yang tersisa, agar tergenapkan 35 OPD hasil restrukturisasi organisasi di lingkungan Pemprov Papua.

“Dalam waktu dekat pelantikan yang sisa harus dilakukan juga. Kita menunggu gubernur, sehingga mudah-mudahan dalam satu-dua minggu ke depan, ini harus selesai. Yang tersisa tidak banyak juga, seperti di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, serta OPD yang tersisa lainnya,” pungkasnya. (gr/nat)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

10 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

11 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

12 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

13 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

14 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

15 hours ago