

Yakobus Richard (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Ditetapkannya salah satu paslon Bupati Biak yakni Herry Naap sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Polda Papua mendapat tanggapan dari salah satu akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fisip Uncen, Yakobus Richard. Yakobus menyayangkan hal tersebut karena terjadi jelang empat hari pelaksanaan Pilkada.
“Dampaknya akan menurunkan elektabilitas beliau (Herry Naap-red), sebab di Biak, beliau seorang petahana yang memiliki elektablitas cukup tinggi,” ucap Yakobus saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (22/11).
Meski demikian Yakobus berpendapat bahwa itulah risiko dalam politik. Dengan kejadian seperti ini maka elektabilitas yang bersangkutan akan menurun dan pendukungnya berpeluang pindah dukungan ke calon lain.
“Atas kasus ini, partai politik dan tim pemenangnya segera memikirkan strategi yang paling ampuh dan cepat agar menjaga elektabilitas beliau tidak turun. Sebab beliau dianggap memiliki suara terbanyak,” kata Yakobus.
Yakobus menduga isu-isu yang sifatnya provokatif yang tujuannya untuk menjatuhkan popularitas seorang tidak sesuai dengan etika politik yang harusnya santun, bermartabat dan cerdas.
“Jika ada unsur kesengajaan maka Polisi maupun Bawaslu sebagai pengawas pemilu harus menelusuri dan mengejar pelaku yang sengaja memunculkan isu ini,” ujarnya.
Terlepas dari menjatuhkan elektabilitas atau menurunkan popularitas Herry Naap yang sedang bertarung , Yakobus menilai dimungkinkan pihak korban selama ini merasa ditekan atas kasus yang dialaminya. Sehingga kemudian berani bersuara atas kasus yang dialaminya.
“Bisa juga selama ini pihak korban merasa ditekan dari pihak pelaku, tetapi kita masih berharap kasus ini diselesaikan di wilayah hukum dengan baik,” kata Yakobus.
Namun, jika ada unsur kesengajaan menyebarkan vidio maupun foto, harus ada tindakan tegas terhadap pelaku yang segaja menyebarkan dan mempunyai motivasi untuk menjatuhkan beliau (AHN-red). “Risiko politik ada strategi yang kerap digunakan antara lawan kandidat dalam menjatuhkan ataupun menggunakan berbagai cara supaya mereka bisa unggul dalam perolehan suara, tetapi setiap calon harusnya sudah bisa mengantisipasi hal-hal semacam ini ketika mereka sudah ditetapkan sebagai calon,” ujarnya.
Yakobus meminta masyarakat bijak dalam menerima informasi. Menggunakan hak politiknya pada 27 November nanti ketimbang melakukan aksi-aksi atau menyebarkan infirmasi hoax yang justru memperparah situasi. (fia/ade)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…