“Termasuk kejadian di Soanggama, Intan Jaya yang dimana 12 diantaranya adalah murni warga sipil,” klaimnya.
KNPB lantas meminta pihak internasional untuk mengintervensi atau mengirim tim investigasi langsung ke daerah-daerah konflik. Tak hanya itu, tewasnya seorang guru di Holuwon, Yahukimo juga menjadi catatan. Aparat diminta jangan menuduh siapapun tetapi mencari pelaku.
KNPB juga mengimbau kepada rakyat dari Sorong sampai Merauke agar jangan hanya melihat situasi baik-baik saja, tetapi ada yang sedang mengancam alam dan manusia orang Papua seutuhnya.
Ditambahkan Ketua Umum KNPB, Agus Kossay bahwa sitasi kemanusiaan adalah harus menjadi perhatian semua termasuk embaga-lembaga pemerhati kemanusiaan internasional dan lembaga yang ada untuk melihat situasi kemanusiaan di Papua.
“Karena akibat dari konflik bersenjata berdampak pada tindakan impunitas bagi para pelaku tanpa penyelesaian. Juga terhadap pengungsian yang berjumlah ribuan ada dimana-mana,” kata Agus.
Lalu terkait penyergapan yang dilakukan Satgas Habema Rajawali II dikatakan 12 diantaranya adalah warga sipil dan bukan TPN OPM.
Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…
Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…
Menurut Evert, buku cerita rakyat tersebut akan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa…
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua menggelar sosialisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) serta Pencegahan,…
–Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus)…
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, dibuka secara…