Categories: BERITA UTAMA

Buntut Penganiayaan, Konflik Warga Pecah di Wamena

WAMENA – Dua Kelompok masa dari Kabupaten Tolikara saling serang di Pertigaan Pikhe Wamena, Jumat (20/9) siang sekitar Pukul 12.45 WIT. Masing – masing kelompok menggunakan batu dan panah yang mengakibatkan salah seorang warga dan anggota Polres Jayawijaya mengalami luka -luka lantaran terkena anak panah. Aksi tersebut dipicu dari salah satu warga yang dipukul saat sedang foto copy proposal di salah satu toko di Pikhe.

Pemukulan ini dilakukan seorang warga yang lokasinya tak jauh dari posko pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua Pegunungan. Tak terima dengan penganiayaan itu,masa dari korban pemukulan lantas melakukan penyerangan dan terjadilah aksi saling serang.

Disini kedua kelompok terlibat saling menggunakan batu dan panah hingga ke jalan raya Wamena -Kurulu. Aparat kepolisian dari Polres Wamena Kota dan Polres Jayawijaya yang turun langsung berhasil memisahkan dua kelompok masa tersebut.

Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo  mengatakan akibat saling serang antara kedua kelompok masyarakat ini mengakibatkan dua orang luka -luka, yang pertama korban dari masyarakat lantaran terkena panah di bagian dada kiri dan satu anggota Polres Jayawijaya yang terkena panah di bagian kaki.

“Hingga saat ini kami berhasil menenangkan dua kelompok masa yang saling serang hingga situasi kembali kondusif namun kami masih terus siaga agar mengantisipasi adanya aksi saling serang susulan,”ungkapnya saat ditemui dipertigaan Pikhe Wamena.

Untuk kedua korban luka, dari masyarakat sudah dibawah ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis, sementara untuk anggota sudah ditangani di Klinik Polres Jayawijaya. Untuk sementara 250 personil Polres Jayawijaya dan Brimob Kompi D Wamewna masih berada di TKP untuk mengantisipasi bila mana terjadi bentrok susulan.

“Kami masih melakukan pengamanan sementara waktu sampai masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan, kami harapkan semuanya bisa diselesaikan dengan baik san sampai saat ini situasi sudah kondusif,” beber Heri Wibowo.

Kapolres juga mengaku aksi saling serang tersebut terjadi sekitar 12:45 kita mendapat laporan dari masyarakat ke polsek dan polres bahwa ada aksi dua kelompok saling lempar yang mengakibatkan kemacetan di pertigaan jalan Phike.

“Kita langsung merespon dibantu Brimob, sekitar 250 orang,” tutup Kapolres. (jo/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

1 day ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

1 day ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

1 day ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

2 days ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

2 days ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

2 days ago