Categories: BERITA UTAMA

Pokja Perempuan Usulkan Sistem Noken Dihapus

BERSALAMAN: Ketua MRP, Timotius Murib bersalaman dengan anggota Pokja Perempuan MRP usai rapat pleno di kantor MRP, Selasa (21/5) malam.( FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA-Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan MRP (Majelis Rakyat Papua) mengusulkan agar sistem noken yang digunakan di sejumlah kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua saat Pemilu, dihapus.

Usulan ini disampaikan Pokja Perempuan dalam rapat pleno pembahasan dan pengesahan resolusi pemenuhan hak konstitusional OAP (Orang Asli Papua) pada Pemilu Legislatif 2019 di ruang rapat kantor MRP, Selasa (21/5) malam.  

Sekretaris Pokja Perempuan MRP, Orpa Nari menyampaikan bahwa selain berbagai pelanggaran prosedur atau hal lainnya dalam Pemilu 2019, sistem noken juga dinilai menimbulkan ketidakadilan hak politik di Papua khususnya daerah yang menggunakan sistem noken.

Menurut Orpa Nari, sistem noken dalam pelaksanaannya sangat berpihak pada calon anggota legislatif (Caleg) laki-laki dibandingkan Caleg perempuan. “Suara hasil Noken, sebagian besar untuk Caleg laki-laki. Sementara banyak Caleg perempuan yang tidak merasakan atau mendapatkan suara dari hasil noken tersebut,” kata Orpa Nari dalam rapat pleno tersebut. 

Terkait hal ini, pihaknya mengusulkan ke MRP untuk mencabut sistem noken dalam Pemilu sehingga semua mendapatkan hak politik yang sama baik laki-laki maupun perempuan Papua.

“Kalau bisa sistem noken yang kita gunakan saat ini ditiadakan saja. Karena hanya menguntungkan Caleg laki-laki saja,” tegasnya. 

Dalam beberapa pelaksanaan Pemilu, menurutnya banyak Caleg perempuan yang tidak bisa mendapatkan suara signifikan di daerah pemilihannya terutama di wilayah yang menggunakan sistim noken.

Terkait usulan dari Pokja Perempuan, ketua MRP Timotius Murib menyebutkan perlu dilakukan kajian dan dalam hal ini sistem noken tentunya tidak dihilangkan begitu saja.

“Itu semua adalah usulan yang tentu kita harus berpikir panjang. Tentunya tidak langsung diiyakan namun perlu ada kajian yang membuktian bahwa sistem noken betul berpihak pada Caleg laki-laki saja,” jelasnya. 

Timotius Murib menilai bahwa sistem noken merupakan sistem yang diambil dari kebiasaan atau kearifan lokal. Dimana dalam menentukan suatu pemimpin atau persoalan lain, segenap elemen harus sepakat terhadap satu keputusan saja.

“Sebenarnya sistem noken itu tidak ada persoalan, hanya saja orang yang mempunyai kepentingan terselubung saja sehingga mengarahkan sistem tersebut untuk berpihak kepada satu Caleg saja,” pungkasnya. (kim/nat) 

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

9 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

10 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

11 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

12 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

13 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

14 hours ago