Dalam konteks Papua, Tan Wie Long mengakui bahwa konflik dan dinamika sosial masih terjadi di beberapa wilayah. Namun ia menegaskan bahwa realitas tersebut tidak boleh diabaikan, melainkan harus dikelola dengan kebijakan yang bijak, humanis, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Konflik memang masih ada di beberapa provinsi di Papua. Ini harus diakui secara jujur agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah penyelesaian yang tepat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa status Papua sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah diakui secara internasional, termasuk oleh PBB. “Integrasi Papua ke dalam Indonesia adalah fakta hukum dan politik internasional yang sudah final. PBB sendiri telah mengakui hal tersebut,” katanya.(jim//rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Cenderawasih, Yakobus Richard, mengatakan evaluasi terhadap kinerja kepala…
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri penggunaan anggaran perjalanan dinas yang selama periode tersebut mencapai Rp44,23…
Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Timika dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi,…
Bersamaan dengan penyerahan diri itu, tujuh pucuk senjata api yang selama ini mereka gunakan turut…
Diduga kuat, si rangkong keluar dari habitatnya karena rumahnya terbakar. Karhutla yang melanda sejumlah wilayah…
Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR Astekita Ardiaristo mengatakan pendaki yang sebelumnya menggunakan jalur Senaru atau…