

Gustaf Rudolf Kawer
JAYAPURA– aktivis HAM Papua, Gustaf Rudolf Kawer berpendapat bahwa terpilihnya Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB bukanlah sebuah prestasi yang membanggakan seperti yang digaungkan oleh Menteri HAM, Natalius Pigai pada, Senin (17/1) di Uncen.
Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM adalah sebuah hal yang lumrah. Dimana lima region lainnya dibelahan dunia telah mendapatkan bagian, sekarang giliran asia-pasifik dan kebetulan Indonesia saja yang mencalonkan diri.
“Ini bukan prestasi yang membangkan. Region lain sudah dapat. Sekarang giliran region Asia-Pasifik dan secara kebetulan negara-negara yang ada di dalam region Asia-Pasifik tidak mencalonkan diri, hanya Indonesia saja, jadi otomatis terpilih,” tutup Gustaf.
Menurutnya, terlalu berlebihan Natalius Pigai menyampaikan hal tersebut kepada masyarakat Indonesia terkhususnya di Papua. Selain itu kata Gustaf terpilihnya Indonesia menjadi presiden dewan HAM PBB ditengah kondisi HAM memburuk, baik di domestik maupun internasional.
Page: 1 2
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…