Categories: BERITA UTAMA

Rawan Bencana, Enam Lokasi jadi Titik Penguatan Ketangguhan Masyarakat

Sementara itu, Sekertaris Kampung Holtekamp Fery Mansi mengatakan, dengana adanya keterlibatan masyarakat, program ini bisa berguna untuk mengatasi masalah bencana yang ada di Kampung Holtekamp.

“Dengan adanya program ini mengajar masyarakat untuk mawas diri disaat terkena dampak musibah itu sendiri seperti gempa maupun tsunami, mengingat kami berada di wilayah pesisir,” terangnya.

Menurut Fery, Holtekamp sendiri pernah dilanda tsunami pada tahun 2011 silam. Sehingga itu, pelatihan berbasis penanggulangan bencana teramat diperlukan warga. Dengan begitu,  warga menjadi tahu titik titik kumpul atau kemana mereka menyelamatkan diri.

Di tempat yang sama, Warga Holtekam, Izak Karya mengaku dirinya menjadi korban tsunami imbas dari Jepang pada tahun 2011 silam. Saat itu, ia mencari tempat berlindung berdasarkan instingnya saja.

“Dengan pelatihan ini, memudahkan kami warga untuk mencari tempat aman ketika terjadi bencana,” ungkapnya.

Izak mengaku pemerintah sudah memasang rambu rambu jalur evakuasi gempa. Dengan begitu, warga tahu ke titik mana mereka ketika terjadi bencana.

“Untuk sumber informasi gempa atau pun tsunami, kami kerap diberitahu melalui grup WhatsAp Pemerintah Kampung. Melalui grup tersebut, kami tahu mana informasi hoax dan bukan,” ucapnya.

Sementara itu, warga lainnya Amyal Ansanay mengatakan, program fasilitasi penguatan ketangguhan masyarakat bermanfaat bagi warga yang ada di Holtekamp. Menjadi panduan untung menyelamatkan diri dan warga lainnya jika terjadi bencana.

“Melalui kegiatan ini, kami menjadi tahu titik kumpul untuk menyelamatkan diri kelak terjadi gempa atau tsunami. Sebab, kami juga diajarkan bagaimana membuat peta titik kerawananan dan lokasi untuk mengamankan diri ketika terjadi bencana,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Sekertaris Kampung Holtekamp Fery Mansi menyebut jumlah KK di wilayahnya berjumlah 400 dengan 3.423 jiwa. Rata rata penduduk Holtekamp bermata pencaharian sebagai petani, nelayan dan sebagian ASN. (fia/wen)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Warga Diimbau Waspadai Dehidrasi dan Gangguan Pernapasan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahagiar  mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap…

7 hours ago

DPRK Yalimo Soroti Kemunduran Kinerja Pemkab, Desak Transparansi Anggaran

Mewakili puluhan anggota dewan tersebut,​Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Yalimo, Simon Walilo, menegaskan bahwa dari…

8 hours ago

TNI dan Brimob Dilibatkan Dalam Pengamanan Pelayanan Publik di Jila

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menyatakan bahwa penanganan wilayah pedalaman dan pegunungan membutuhkan pendekatan…

9 hours ago

115 Butir Telur Burung Paruh Bengkok yang Digagalkan, Ditetaskan dalam Inkubator

Sebanyak 115 butir telur burung paruh bengkok yang berhasil diamankan saat diselundupkan melalui bagian kargo…

12 hours ago

DPR Papua Singgung Soal CCTV

Menurut Alberth, pemasangan CCTV tidak hanya dibutuhkan di kawasan Ring Road, tetapi juga di seluruh…

13 hours ago

Mayat Bayi di Kali Komba Akhirnya Dimakamkan

Proses serah terima hingga pemakaman difasilitasi oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayapura. Rangkaian kegiatan…

13 hours ago