Categories: BERITA UTAMA

Penggunaan Daun Bungkus Miliki Banyak Resiko

JAYAPURA-Penggunaan daun bungkus ataupun carian suntik untuk organ vital seperti penis sekarang ini bukan menjadi rahasia umum. Pada umumnya penggunaan obat tradsional tersebut bertujuan untuk membesarkan ukuran penis. Adapun menurut mitos obat itu digunakan untuk memenuhi hasrat seksualitas.

Sehingga tak ayal peredaran obat tradisional maupun carian untuk pembesaran organ vital tersebut semakin marak diberbagai laman media sosial, seperti FB, Tiktok, Instagram maupun media sosial lainnya bahkan tidak jarang obat ini ditemukan diberbagai emperan tokoh di Kota Jayapura.

Menurut Dokter Spesialis Urologi, dr. Nickanor K.R. Wonatorey penggunaan obat seperti daun bungkus ataupun penyuntikan cairan sangat berdampak pada perusakan organ vital. Meliputi kerusakan kulit bagian dalam maupun lapisan bagian luar atau lemak pada penis.

Dampaknya penis akan menjadi rapuh, atau kehilangan tingkat sensifitas, bahkan dampak yang cukup besar tidak akan menghasilan sel telur, tentu dengan begitu tidak akan memiliki keturunan bagi yang berpasangan.

Lebih lanjut dr. Nick sapaan akrabnya apabila sampai terinfeksi, maka solusi uang diambil organ vital tersebut harus dioperasi. Adapun cara operasinya itu bilamana kerusakannya hanya pada sebagian dari lapisan kulit bagian luar, maka sel selnya yang rusak akan diangkat. Namun jika kerusakannya cukup parah atau kengenai seluruh organ vital maka solusinya harus dicangkok.

“Jadi seluruh kulit penis bagian luarnya itu kita buang, akhirnya penis jadi telanjang, kemudian kita lakukan cangkok kulit dengan mengambil lapisan kulit paha untuk tempel pada penis,” jelasnya saat acara talkshow di Kantor Cepos, Sabtu (19/10)m

Adapun dampak daripada proses pencangkokan tersebut salah satunya mengurangi tingkat sensifitias pria saat berhubungan intim.

“Jadi pada intinya jika organ vital mengalami keruskan akibat disuntik atau dibungkus, solusinya hanya satu yaitu dioperasi, karena tidak bisa disembuhkan menggunakan obat minum,” kata Nick.

Ditambahkan Sekretaris Ikatan Ahli Urologi Indonesia Cabang Papua bahwa ada juga yang sebelum melakukan hubungan intim memilih mengkonsumsi obat kuat. Ini dikatakan menjadi berbahaya apabila si pengguna ternyata menambahkan bagi pengidap jantung.

Pasalnya obat  ini memberi efek mendorong denyut jantung lebih cepat dan jika melewati batas maka tak heran jika banyak yang akhirnya meninggal dunia. Hal itu terjadi karena tingkat ereksi dengan tekanan darah pada jantung tidak seimbang.

“Penggunaan obat kuat ini bertujuan untuk peningkatan stamina, sehingga bagi orang yang punya riwayat jantung sangat rentan meninggal dunia, karena tingkat ereksi tidak seimbang dengan daya kerja jantung,” bebernya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Nasib Ratusan Mahasiswa Penerima Beasiswa SUP Terancam

  Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…

10 minutes ago

DPR Kota Jayapura Warning Pemkot

  Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…

1 hour ago

Bangunan Liar dan Alih Fungsi Lahan Diminta Ditindak Tegas

   Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…

2 hours ago

Baru Capai 22,16 Persen, Siapkan Kebijakan Bagi Warga yang Tidak Mampu

  Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…

3 hours ago

TPNPB-OPM Didesak Tunjukkan Bukti

Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…

4 hours ago

Pasar Terapung Jadi Daya Tarik Utama

   Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar…

5 hours ago