Categories: BERITA UTAMA

Kapolda: Kuncinya di Komunikasi, dan Pendekatan Soft Approach

JAYAPURA –  Penanganan  hukum terhadap kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan Gubernur Lukas Enembe belakangan ini informasinya mulai terlihat menurun. Meski demikian publik diyakini masih menunggu apa saja perkembangan terbaru dari kasus ini.

  Kapolda Papua, Irjend Pol Mathius Fakhiri menyampaikan bahwa satu tugas yang dilakukan terkait penanganan kasus tersebut adalah bagaimana membangun komunikasi yang baik untuk para pihak.

Polda Papua sendiri memposisikan menunggu respon jika dibutuhkan untuk membackup mengingat kasusnya telah ditangani KPK. “Kasus yang jadi hit di Tanah Papua ini sedang berproses dan selaku Kapolda kami akan berkomunikai aktif agar semua bisa berjalan, makanya kami akan terus berkoordinasi  untuk bagaimana penegakan hukum bisa dilaksanakan dan ini menjadi tanggungjawab  agar bisa mengkomunikasikan dengan baik sehingga  proses ini tidak berdampak pada gangguan keamanan di Tanah Papua,” jelas Kapolda Fakhiri kepada wartawan di Mapolda Papua, Jumat (21/10).

Iapun menyampaikan bahwa proses penegakan hukum harus tetap mengedepankan kearifan lokal dan perkembangannya diteruskan ke jajaran sambil mengedukasi masyarakat tentang apa dan bagaimana penanganannya. “Ekstra soft itu yang dikedepankan sebab kami harus melihat biasnya seperti apa agar tidak mengganggu situasi lainnya,” tambah Fakhiri.

  Ia menegaskan bahwa dalam penegakan hukum khususnya kasus korupsi, diakui ini merupakan kejahatan terhadap negara dan sifatnya luar biasa namun ia juga meminta agar jangan masyarakat di Papua yang justru dihadap-hadapkan.

“Masyarakat juga jangan mau dihadap –  hadapkan sesama anak negeri di Papua. Contohnya kemarin ada yang bermain panah wayer dan terkena panah kemudian isunya dibelokkan dan hampir saja pecah. Isunya sudah kemana – mana. Ini yang harus diantisipasi,” beber Kapolda.

“Saya harus membangun komunikasi aktif agar pendekatan soft approach  itu bisa tetap dilaksanakan dan tetap mengajak masyarakat mencermati kasus ini dengan baik dan tidak perlu terprovokasi jika tidak paham kasusnya,” tutup Kapolda. (ade).

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

8 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

9 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

10 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

11 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

12 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

13 hours ago