Categories: BERITA UTAMA

Serapan Anggaran Tinggi, Harus Berdampak Nyata bagi OAP

JAYAPURA–Kelompok Khusus DPR Papua memberikan sejumlah catatan konstruktif terhadap Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

  Catatan tersebut disampaikan dalam sidang paripurna DPR Papua, Rabu (19/8), saat pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025. Pandangan Kelompok Khusus dibacakan anggota Fraksi Khusus DPR Papua, Erick Ohhe.

  Kelompok Khusus menilai pidato pengantar pemerintah daerah masih lebih banyak menjelaskan kinerja keuangan secara umum dan agregat. Sementara itu, belum terdapat penjelasan secara khusus mengenai besaran anggaran, program, penerima manfaat maupun hasil pembangunan yang berkaitan langsung dengan keberpihakan, perlindungan dan pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP).

   Menurut Kelompok Khusus, realisasi belanja daerah sebesar 96,58 persen memang merupakan capaian yang baik. Namun, tingginya serapan anggaran tidak serta-merta menunjukkan tingginya manfaat yang diterima masyarakat. “Keberhasilan APBD harus diukur dari perubahan nyata dalam kehidupan Orang Asli Papua,” tegas Erick saat membacakan pandangan Kelompok Khusus.

  Karena itu, pemerintah diminta menjelaskan secara terukur jumlah anak OAP yang menerima layanan pendidikan, masyarakat OAP yang mendapatkan pelayanan kesehatan, pelaku usaha OAP yang diberdayakan, tenaga kerja OAP yang memperoleh kesempatan kerja, serta jumlah kampung dan komunitas adat yang menerima manfaat langsung dari APBD Tahun Anggaran 2025.

  Kelompok Khusus juga menyoroti struktur belanja daerah. Belanja operasi disebut mencapai 86,09 persen dari keseluruhan belanja daerah. Pemerintah Provinsi Papua diminta menjelaskan berapa bagian belanja tersebut yang digunakan untuk kebutuhan administrasi dan berapa yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya OAP.

  “Kami berharap agar struktur belanja lebih diarahkan pada pelayanan dasar, pemberdayaan ekonomi, peningkatan sumber daya manusia, perlindungan sosial, penguatan masyarakat adat serta penciptaan lapangan kerja bagi OAP,” ujar Erick Ohhe.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

5 hours ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

6 hours ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

9 hours ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

11 hours ago

Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…

12 hours ago

Seminggu Berlalu, Nasib 9 Wanita yang Diculik Belum Diketahui

Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…

13 hours ago