

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: CENDERAWASIH POS/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Pasca Gangguan Keamanan Beberapa Hari Lalu
MIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika menghentikan sementara seluruh pelayanan publik di Distrik Jila pasca-terjadinya gangguan keamanan di wilayah tersebut. Langkah antisipatif ini diambil dengan mengevakuasi seluruh kepala distrik, tenaga kesehatan (nakes), hingga guru menuju Timika demi keselamatan para pelayan masyarakat.
Bupati Mimika Johannes Rettob membenarkan bahwa seluruh aparatur pelayanan dasar telah ditarik ke ibu kota kabupaten sampai kondisi dinyatakan kondusif oleh aparat TNI dan Polri.
“Sudah turun semua. Ke distrik, kepala puskesmas, nakes, guru semua kita sudah evakuasi ke sini. Mereka sudah aman untuk sementara sambil menunggu di sana kira-kira bagaimana baru kita ini lagi, apa namanya, kita bisa kembalikan,” katanya, Kamis (20/8).
Eskalasi gangguan keamanan ini memicu dampak sistemik terhadap roda pemerintahan daerah. Selain lumpuhnya fasilitas pendidikan dan kesehatan, agenda nasional seperti upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Distrik Jila terpaksa dibatalkan. Situasi ini juga berimbas pada aksesibilitas wilayah, di mana penerbangan perintis dihentikan total akibat ketiadaan jaminan keamanan bagi operator maskapai.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan aparat dari Polres Jayawijaya didukung…
Wagub atas nama Pemerintah Provinsi disemprot Fraksi PDI Perjuangan terkait penyampaian dan pembahasan laporan pertanggungjawaban…
Upaya ini dinilai sangat strategis mengingat korupsi bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan masuk dalam…
Dari lima tersangka yang ditetapkan, dua di antaranya, yakni AU dan MP tewas setelah melakukan…
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan persoalan tawuran antara kedua sekolah tersebut…
Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengonfirmasi bahwa penyisiran dan operasi pencarian kini…