

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: CENDERAWASIH POS/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Pasca Gangguan Keamanan Beberapa Hari Lalu
MIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika menghentikan sementara seluruh pelayanan publik di Distrik Jila pasca-terjadinya gangguan keamanan di wilayah tersebut. Langkah antisipatif ini diambil dengan mengevakuasi seluruh kepala distrik, tenaga kesehatan (nakes), hingga guru menuju Timika demi keselamatan para pelayan masyarakat.
Bupati Mimika Johannes Rettob membenarkan bahwa seluruh aparatur pelayanan dasar telah ditarik ke ibu kota kabupaten sampai kondisi dinyatakan kondusif oleh aparat TNI dan Polri.
“Sudah turun semua. Ke distrik, kepala puskesmas, nakes, guru semua kita sudah evakuasi ke sini. Mereka sudah aman untuk sementara sambil menunggu di sana kira-kira bagaimana baru kita ini lagi, apa namanya, kita bisa kembalikan,” katanya, Kamis (20/8).
Eskalasi gangguan keamanan ini memicu dampak sistemik terhadap roda pemerintahan daerah. Selain lumpuhnya fasilitas pendidikan dan kesehatan, agenda nasional seperti upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Distrik Jila terpaksa dibatalkan. Situasi ini juga berimbas pada aksesibilitas wilayah, di mana penerbangan perintis dihentikan total akibat ketiadaan jaminan keamanan bagi operator maskapai.
Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…
Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…
Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…
Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…
Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan…
Puan mengharapkan aksi demonstrasi itu tidak menimbulkan kericuhan. Lebih baik, menurut dia, peserta demonstrasi juga…