Categories: BERITA UTAMA

Para Saksi Sebut Tak Ada Campur Tangan Lukas Enembe

JAYAPURA – Sidang dugaan suap dan gratifikasi yang menjadikan Gubernur Papua non aktif, Lukas Enembe, sebagai terdakwa, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (21/8).

Dalam sidang yang digelar kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU)  menghadirkan tiga saksi diantaranya, Budi Sultan, Direktur PT. Indo Papua, Imelda Sun, Pemilik Salon Difa, dan Sherly Susan sebagai Dirut PT. Laut Timur Papua.

Anggota Tim Penasihat Hukum Lukas Enembe (TPHLE), Petrus Bala Pattyona menyatakan, ketiga orang tersebut menjadi saksi terakhir yang dihadirkan jaksa di muka persidangan.

“Tercatat, sebanyak 17 saksi yang dihadirkan jaksa di persidangan. Dari BAP, KPK memeriksa 184 saksi, dan menghadirkan tidak sampai 10 persennya, atau hanya 17 saksi di persidangan,” kata Petrus sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasis Pos.

Lanjut Petrus, dari kesemua saksi tersebut, tidak ada yang berhubungan langsung dengan Lukas Enembe.

“Ada satu saksi yang berhubungan langsung dengan Lukas Enembe, Rijantono Lakka, namun dalam persidangan, Lakka menjelaskan, bahwa uang Rp 1 M yang dituduhkan sebagai uang suap ke klien kami  ternyata uang itu milik Lukas Enembe sendiri. Dimana ketika itu, Bapak Lukas Enembe, butuh uang untuk berobat, dan minta Lakka untuk mengambil uang pribadi Lukas Enembe di rumah dinas, Gedung Negara, dan ditransfer ke rekening Bapak Lukas,” beber Petrus.

Lanjut Petrus, sementara gratifikasi berupa Hotel Angkasa, yang dituduhkan sebagai milik Lukas Enembe, ternyata itu milik Rijantono Lakka sendiri dimana sertifikat hak miliknya itu punya Lakka sendiri, yang dibeli dari keluarga mantan Gubernur Papua Izzac Hindom.

“Saat saksi yang bernama Imelda Sun, ditanya tentang kepemilikan Hotel Angkasa, saksi malah mengatakan tidak tahu. Demikian pula saat ditanya, apakah saksi mengenal Pitun Enumbi, yang disebut jaksa, menyuap Bapak Lukas Enembe, sebesar Rp 10 M. Saksi Imelda Sun, lagi-lagi mengatakan, tidak tahu,” ucapnya.

Demikian juga saat Petrus bertanya apakah saksi tahu tentang suap Rp 1 M ke Bapak Lukas Enembe, baik saksi Imelda Sun maupun Sherley Susan, menjawab, tidak tahu.“Jadi Pak Lukas itu bersih, clean and clear,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penasihat Hukum Lukas Enembe (TPHLE) Prof. OC Kaligis mengatakan, saksi Budi Sultan dalam kesaksiannya, mendapat proyek pengerjaan jembatan dan jalan dari  Kementerian PUPR.

“Dalam sidang, saksi Budi Sultan mengatakan, tidak ada campur tangan Lukas Enembe, ketika saksi mendapatkan proyek tersebut. Begitu juga dengan saksi Sherly Susan yang mengaku tidak tahu menahu persoalan,” pungkasnya. (fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Tak Terima Anggota Keluarganya Meninggal, Seorang Pria Dikeroyok Hingga Babak Belur

Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…

1 hour ago

Owen Sebut 3 Paslon Ketum PSSI Papua Figur Hebat

Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…

3 hours ago

Persipura Batasi Kuota Tiket Kontra Adhyaksa FC

Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…

4 hours ago

Ketum Ajak Merahkan Lagi Stadion Lukas Enembe

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…

5 hours ago

PFA Cari Bakat 2026, Keliling Tanah Papua Bidik Talenta Sepak Bola Masa Depan Timika

Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…

6 hours ago

Staf Ahli DPRK Mimika Jadi Korban Begal

Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…

7 hours ago