Categories: BERITA UTAMA

Dusun Sagu Bisa Disulap Jadi Objek Wisata

JAYAPURA – Penjabat Wali Kota Jayapura, Dr Frans Pekei menyampaikan bahwa potensi wisata di Jayapura sudah waktunya tidak sekedar menggarap apa yang sudah ada tetapi bagaimana menciptakan satu lokasi wisata baru yang benar – benar memiliki nilai jual.

Setiap kampung di Kota Jayapura diyakini memiliki banyak potensi yang bisa digarap, tinggal bagaimana dikonsepkan untuk selanjutnya mengajak orang untuk datang dan berkunjung.

 Ia mencontohkan potensi yang dimiliki tiga kampung di Skow yang diyakini memiliki potensi  yang tidak sama. Di Skow Yambe memiliki laut dan juga sagu, kemudian di Skow Sae memiliki potensi kelapa dan di Skow Mabo bisa digarap potensi surfing.

 Iapun berharap dari potensi hutan sagu tidak sekedar digarap untuk menjadi pangan local dan mendukung ketahanan pangan tetapi  juga ada aspek lain yang bisa dipakai untuk mendorong nilai ekonomi kampung.

 “Sagu menjadi menarik karena kami lihat selain bisa dijual sebenarnya bisa digunakan untuk sector wisata. Contohnya seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata berkolaborasi dengan Dinas Pertanian untuk sama – sama menggarap apa yang bisa dilakukan dan menjadi nilai ekonomis,” beber Frans Pekei pada pembukaan Festival Port Numbay, Eksplore Skow, Rabu (21/6) di Kampung Skow Yambe, Muara Tami.

Event yang berlangsung hingga tanggal 24 Juni ini sangat menarik karena memberi ruang kepada pengunjung untuk menanam maupun mencoba menokok dan meramas sagu sendiri sehingga bisa mengetahui bagaimana proses awal pembuatan sagu.

 Selain itu Frans Pekei meminta selain menebang untuk menjadikan sebagai makanan pokok, masyarakat diminta bisa mengimbangi ikut menanam sehingga pohon sagu bisa tetap eksis dan selalu menjadi andalan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan makanan pokok.

“Dikemas menjadi sector wisata juga sebenarnya bisa jadi mengajarkan masyarakat untuk mengenal proses pembuatan termasuk kearifan local lainnya,” tutupnya.

  Kegiatan festival ini juga dirangkaikan dengan penanaman pohon sagu yang dilakukan oleh sejumlah Walikota dari wilayah Indonesia Timur yang ikut dalam kegiatan Apeksi 2023 di kota Jayapura.

“Ini menjadi catatan sejarah bahwa di kampung Skouwyambe ada sagu yang ditanam oleh Walikota Walikota, Tidore Kepulauan, Ternate, Ambon, dan lainya, dari Indonsia timur,”kata Dr. Frans Pekey. (ade/roy).

Dikatakan,sagu  adalah sumber kehidupan bagi masyarakat Papua termasuk juga masyarakat di beberapa wilayah lainnya di Indonesia.(ade/roy).

newsportal

Recent Posts

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

2 minutes ago

Diambil dari Nama Suku yang Punah Karena Kebakaran Hebat, Kini Menyimpan Banyak Cerita Legenda

Membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Jayapura. Setelah tiba di Danau Emfotte, pengunjung…

33 minutes ago

Distrik Manggelum Kondusif, 88 Warga Dipulangkan

Rilis yang diperoleh dari Humas Polres Boven Digoel menyebutkan, pelepasan dilaksanakan di Pelabuhan Tanah Merah…

1 hour ago

De Oranje Butuh Kemenangan

Swedia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat kemenangan telak pada laga pembuka, sementara Belanda…

2 hours ago

Kejari Mimika Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan Lewat Restorative Justice

Perselisihan menajam setelah KS menolak membayar karena menganggap seluruh kewajibannya telah lunas. Ketegangan tersebut memuncak…

2 hours ago

Jadi Satu Kebanggaan Melihat Anak-anak Tumbuh Jadi Pribadi yang Mandiri

Keharuan memuncak saat para siswa satu per satu berjalan ke depan untuk menerima tanda kelulusan.…

3 hours ago