

PRAKTEK LANGSUNG - Beberapa pengunjung Festival Port Numbay, Eksplore Skow mencoba langsung bagaimana menokok sagu dari pohon yang disediakan warga Kampung Skow, Rabu (21/6). Dusun sagu selain menjadi andalan ketahanan pangan tetapi juga bisa digunakan untuk objek wisata jika dikemas secara baik. (Gamel Cepos)
JAYAPURA – Penjabat Wali Kota Jayapura, Dr Frans Pekei menyampaikan bahwa potensi wisata di Jayapura sudah waktunya tidak sekedar menggarap apa yang sudah ada tetapi bagaimana menciptakan satu lokasi wisata baru yang benar – benar memiliki nilai jual.
Setiap kampung di Kota Jayapura diyakini memiliki banyak potensi yang bisa digarap, tinggal bagaimana dikonsepkan untuk selanjutnya mengajak orang untuk datang dan berkunjung.
Ia mencontohkan potensi yang dimiliki tiga kampung di Skow yang diyakini memiliki potensi yang tidak sama. Di Skow Yambe memiliki laut dan juga sagu, kemudian di Skow Sae memiliki potensi kelapa dan di Skow Mabo bisa digarap potensi surfing.
Iapun berharap dari potensi hutan sagu tidak sekedar digarap untuk menjadi pangan local dan mendukung ketahanan pangan tetapi juga ada aspek lain yang bisa dipakai untuk mendorong nilai ekonomi kampung.
“Sagu menjadi menarik karena kami lihat selain bisa dijual sebenarnya bisa digunakan untuk sector wisata. Contohnya seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata berkolaborasi dengan Dinas Pertanian untuk sama – sama menggarap apa yang bisa dilakukan dan menjadi nilai ekonomis,” beber Frans Pekei pada pembukaan Festival Port Numbay, Eksplore Skow, Rabu (21/6) di Kampung Skow Yambe, Muara Tami.
Event yang berlangsung hingga tanggal 24 Juni ini sangat menarik karena memberi ruang kepada pengunjung untuk menanam maupun mencoba menokok dan meramas sagu sendiri sehingga bisa mengetahui bagaimana proses awal pembuatan sagu.
Selain itu Frans Pekei meminta selain menebang untuk menjadikan sebagai makanan pokok, masyarakat diminta bisa mengimbangi ikut menanam sehingga pohon sagu bisa tetap eksis dan selalu menjadi andalan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan makanan pokok.
“Dikemas menjadi sector wisata juga sebenarnya bisa jadi mengajarkan masyarakat untuk mengenal proses pembuatan termasuk kearifan local lainnya,” tutupnya.
Kegiatan festival ini juga dirangkaikan dengan penanaman pohon sagu yang dilakukan oleh sejumlah Walikota dari wilayah Indonesia Timur yang ikut dalam kegiatan Apeksi 2023 di kota Jayapura.
“Ini menjadi catatan sejarah bahwa di kampung Skouwyambe ada sagu yang ditanam oleh Walikota Walikota, Tidore Kepulauan, Ternate, Ambon, dan lainya, dari Indonsia timur,”kata Dr. Frans Pekey. (ade/roy).
Dikatakan,sagu adalah sumber kehidupan bagi masyarakat Papua termasuk juga masyarakat di beberapa wilayah lainnya di Indonesia.(ade/roy).
Akibat kecelakaan tersebut, satu dari sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas…
Poster yang beredar luas di media sosial tersebut sempat memicu keresahan warga Timika. Narasi di…
Menurut Pangdam, jika tidak ada perubahan, peresmian akan dilakukan pada 5 Oktober mendatang. Khusus…
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penegakan Peraturan…
Langkah yang dikemas melalui pendekatan humanis ini menyasar dua lembaga pendidikan, yakni SD Pigapu dengan…
Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…