Categories: BERITA UTAMA

Ketakutan Meluas Warga Mulai Tinggalkan Kampung

“Saya sedih melihat warga di sini. Mama-mama dan anak-anak menjadi korban dalam konflik ini. Bahkan dalam perjalanan, kami menemukan mama-mama mengungsi sambil membawa alat-alat dapur dan ternak mereka. Ada juga mama-mama memikul anaknya, mereka keluar dari kampungnya, mencari tempat yang lebih aman karena mereka takut,” bebernya.

Senada dengan itu, Ketua PMI Puncak Jaya, Nelson Wonda mengatakan warga di kampung-kampung yang terkena dampak ini membutuhkan pertolongan. “Kami akan buka posko di sini dan saya sendiri akan tingggal bersama beberapa tim. Ada dokter dan perawat, kami akan memberikan pertolongan bagi warga. jjika dalam pemeriksaan membutuhkan penangan lebih lanjut, maka kami akan antar turun ke rumah sakit untuk menjalani pelayanan lebih lanjut,” jelasnya.

Secara terpisah, aktivis HAM sekaligus eks Tapol Papua, Selpius Bobii menyebut TNI melangga kesepakatan lokasi perang dengan TPNPB. “Distrik Pogoma, khususnya di sebelah Kali Sinak telah disepakati sebagai wilayah perang. Namun, terjadi operasi militer yang meluas hingga ke wilayah sekitarnya, termasuk Distrik Kembru yang menjadi tempat pengungsian warga sipil,” katanya, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (20/4).

Ia mendesak Komnas HAM RI segera membentuk tim pencari fakta dan segera datang di Papua untuk menyelidiki kasus ini. Sebab menurutnya, ini merupakan pelanggaran HAM berat. “Atas kejadian ini, ada 12 orang yang meninggal dunia di Kampung Tinoti, Distrik Kembru. belum lagi enam kampung lain yang sedang diduduki TNI di daerah tersebut,” ujarnya. Sekadar diketahui, di Distrik Kembru terdapat tujuh kampung yaitu Aguit, Balaba, Kembru, Makuma, Molu, Nilime dan Tinoti.

Ia juga meminta Pemda Provinsi Papua Tengah segera membentuk tim gabungan untuk menyelesaikan persoalan ini. Termasuk meminta DPR dan MRP di wilayah tersebut harus bertindak. “Di Papua banyak tragedi berdarah, karena itu kami minta Pemerintah Indonesia membuka akses bagi Dewan HAM PBB untuk datang ke Papua. Pemerintah juga segera membuka akses bagi wartawan asing,” katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki Selpius, jumlah warga yang mengungsi di Kabupaten Puncak secara keseluruhan mencapai 7.785 orang, Intan Jaya 20.379 orang, Nduga 60.981 orang, Pegunungan Bintang 5.336 orang, Yahukimo 3.620 orang dan Lanny Jaya 2.300 orang.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Perbatasan RI-PNG Bukan Sekadar Garis BatasPerbatasan RI-PNG Bukan Sekadar Garis Batas

Perbatasan RI-PNG Bukan Sekadar Garis Batas

   “Perbatasan tidak boleh hanya dipandang sebagai garis pemisah, tetapi harus menjadi ruang perjumpaan, ruang…

10 hours ago

Kemarau Panjang Bikin Stok Beras Merauke Menurun

Stok beras di Merauke, Papua Selatan, mulai mengalami penurunan sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi…

11 hours ago

Pedagang Luar Kota Jayapura Wajib Patuhi Aturan Pasar

   Penegasan tersebut terutama ditujukan kepada pedagang yang berasal dari luar wilayah Kota Jayapura, seperti…

11 hours ago

Penyuluh Pertanian Harus Jadi Agen Transformasi Pertanian Modern

Papua Selatan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kawasan strategis dalam pembangunan lumbung…

12 hours ago

Abisai Rollo: Penertiban Untuk Kembalikan Fungsi Pasar

  Abisai mengatakan, keberadaan area parkir menjadi salah satu bagian penting dalam penataan pasar. Masyarakat…

12 hours ago

Cegah Tawuran Malam, Polisi Razia Sajam di Bundaran Petrosea

Maraknya aksi tawuran yang berulang pada malam hari memaksa aparat kepolisian memperketat pengawasan di titik-titik…

13 hours ago