Categories: BERITA UTAMA

Konflik Bersenjata di Papua Salah Jakarta

Pdt. Dorman Wandikbo: Orang Papua Saat ini Seakan Numpang Saja Bukan Kami Punya Tanah

JAYAPURA-Kontak senjata antara TPN-OPM dan TNI-Polri masih berlangsung hingga saat ini di tanah Papua. Sabtu (19/2), satu anggota TNI dan seorang sipil ditembak di Kabupaten Puncak.

Peristiwa kontak senjata antara TPNOPM dan TNI-Polri juga sering terjadi di kabupaten lainnya seperti Intan Jaya, Pegunungan Bintang dan Nduga.

Presiden Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Pdt. Dorman Wandikbo menyampaikan bahwa bukan masyarakat Puncak yang salah dalam hal ini juga bukan TPN-OPM. Namun menurutnya yang salah adalah pengiriman pasukan non organik di Papua.

Padahal lanjut Pdt. Dorman, sudah sering diingatkan agar pasukan non organik ditarik dari tanah Papua. “Yang salah adalah mengirim pasukan non organik di Papua. Disuruh tarik pasukan non organik tidak mau, kesalahan ada di Jakarta. Konflik di Papua itu semua karena Jakarta,” tegas Pdt. Dorman Wandikbo saat menghadiri persidangan perdana Victor Yeimo di Pengadilan Negeri Jayapura, Senin (21/2).

Lanjut Pdt Dorman, saat Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolri, pihaknya sudah memberi tahu pada tanggal 26 Agustus tahun 2019. Bahkan gereja di Papua menurutnya, sudah tanda tangan meminta penarikan pasukan non organik dari Papua. Namun hingga saat ini tidak ada penarikan pasukan non organik tersebut.

“Jika tidak ada penarikan pasukan non organik dari Papua, maka konflik akan terus terjadi di tanah Papua. Coba saja tarik semua pasukan non organik dan tinggalkan pasukan organik di Papua. Karena pasukan organik ini kita sudah lama tinggal dengan mereka  dan aman-aman saja. Pasukan organik ini tahu dengan kondisi dan situasi Papua,” bebernya.

“Yang bikin kacau adalah orang luar (pasukan non organik, red). Begitu datang tiba-tiba dan melakukan penembakan kiri kanan. Kalau Papua mau aman, tarik saja pasukan non organik. Bukan Intan Jaya yang salah, bukan Ilaga yang salah, bukan juga TPN-OPM yang salah. Tapi kesalahannya adalah mereka yang kirim pasukan non organik di Papua,” sambungnya.

Dikatakan, orang Papua saat ini seakan numpang saja dan bukan punya tanah. Tujuh wilayah adat di Papua menurutnya menjadi milik para jenderal-jenderal di Jakarta.

“Orang Jakarta sebenarnya tidak sedang mempertahankan NKRI, tapi mereka mempertahankan bisnis mereka di Papua. Mereka mempertahankan emosional dan bisnis mereka, sehingga orang Papua dan aparat menjadi korban. Kasihan masyarakat Indonesia ini,” tuturnya.

Menurut Pdt Dorman, orang Papua saat ini tidak bisa hidup di atas tanah mereka sendiri dengan rasa aman dan nyaman. Semua menjadi ketakutan.

Pdt. Dorman juga menyinggung soal hilangnya seorang pendeta di Pegunungan Bintang dan belum ditemukan hingga saat ini. “Sampai saat ini pendeta yang hilang belum juga ditemukan. Saya sudah suruh semua pendeta untuk mencarinya. Namun hingga saat ini belum ditemukan. Kalau orang sudah dibunuh dan dibuang di tempat lain, mungkin sudah tidak bisa lagi menemukannya. Hal seperti itu bukan hal yang baru,” sesalnya. (fia/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

2 hours ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

3 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

4 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

5 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

7 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

8 hours ago