Categories: BERITA UTAMA

Kebutuhan ASN Akan Disesuaikan dengan Karakter Papua Tengah

Pj Sekda Tegaskan Tetap Utamakan OAP

NABIRE – Pj Sekda Drs. Valentinus S Sumito, S.IP,M.Si menyampaikan, diprogram 100 hari kerja Pj Gubernur Papua Tengah yang pertama adalah pembentukan perangkat daerah dan manjemen Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ini yang akan kita kejar, kalau bisa minggu depan kita sudah melakukan pelantikannya terlebih yang masuk dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yakni Inspektorat, Pengelola Keuangan, Bappeda, Badan Kepegawaian dan ini semua yang harus dibentuk duluan,” kata Valentinus kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (20/11)  lalu.

Dikatakan, pelantikan harus segera dilakukan sebab dia dan Pj Gubernur Papua Tengah tidak mungkin bekerja hanya berdua.

Sementara itu, berkaitan dengan ASN yang akan bekerja di Papua Tengah, Valentinus menyampaikan sejak awal sudah meminta data dari 8 kabupaten untuk memasukan data personel keseluruhan yang akan bergabung di Provinsi Papua Tengah.

“Kita sudah cek keseluruhan mana yang memenuhi syarat untuk dipindahkan dan itu sudah ada, kami akan duduk bersama Pj Gubernur untuk mematangkan semuanya,” ucap Valentinus.

Lanjutnya, sesuai kesepakatan sebelumnya, mengikut sertakan keseluruhan sehingga jangan sampai ada yang merasa dipinggirkan. Tetapi bersama sama untuk membangun Papua Tengah maka tidak ada yang ditinggalkan.

Valentinus menyebut empat sumber asal kepegawaian di Provinsi Papua Tengah yakni, berasal dari kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Papua Tengah, Provinsi Induk, pusat dan usulan pribadi.

“Siapa saja boleh bergabung selama memenuhi syarat, namun kita sesuaikan dengan karakter yang ada di Papua Tengah dan tetap mengutamakan OAP. Sebab di UU menyebutkan 60 hingga 80 persen OAP harus diperdayakan,” ungkapnya.  DIa berharap seluruh pegawai yang ada di Provinsi Papua Tengah sejahtera kedepannya.

Sementara itu, terkait dengan anggaran, Sekda mengatakan ada anggaran APBD mini yang digunakan di November dan Desember. “Jika nanti kelebihan, akan menjadi SiLPA digunakan untuk tahun 2023 mendatang. Dan untuk tahun 2023 anggaran kita sudah ada di APBN  dan itu sudah terpisah,” pungkasnya. (fia/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUADOB

Recent Posts

Ancaman Keselamatan Juga Membayangi Warga Sipil Non-Papua

Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…

12 hours ago

Komnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di Korowai

Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…

13 hours ago

44 Pendulang Dievakuasi

–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…

14 hours ago

Pasukan Khusus Diturunkan ke Lokasi Penambangan

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…

15 hours ago

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

2 days ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

2 days ago