Ia setuju jika kelompok sipil bersenjata dilakukan penegakan hukum, namun cara operasi yang mengakibatkan sipil meninggal dunia dan kejadiannya berulang merupakan cara operasi yang salah. Untuk itu, Komnas HAM meminta Panglima TNI segera mengevaluasi keberadaan Satgas Habema di atas tanah Papua. Jika operasi seperti ini terus dibiarkan, maka akan mengancam kedaulatan bangsa. ”Operasi seperti ini menimbulkan resistensi di tengah masyarakat Papua terhadap keberadaan TNI. Cara operasi seperti ini menandakan TNI merusak citra negara,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun mengatakan, Raperda tersebut merupakan hak inisiatif DPR…
Kejuaran Daerah Bupati Keerom Cup Series II Motocross dan Grasstrack Tahun 2026 memberikan banyak cerita.…
Menurut Rahmat, esensi perjuangan tahun 1908 sangat relevan dengan kondisi penegakan hukum modern saat ini.…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim AKP Axel Panggabean, mengatakan korban diketahui…
Salah seorang warga Kota Jayapura, Silas menyayangkan perlakuan kurang menyenangkan saat berada di kawasan Bandara…
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan aksi pembakaran dilakukan saat operasi kelompok tersebut berlangsung di…