Deddy menambahkan bahwa perilaku oknum elit daerah yang memperlakukan uang negara layaknya uang pribadi menjadi penghambat utama kemajuan. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat di lapangan tetap hidup dalam keterbatasan meski anggaran triliunan rupiah terus mengalir setiap tahunnya.Kondisi SDM birokrasi di daerah yang bermasalah membuat program strategis seperti peningkatan kualitas guru dan layanan Puskesmas menjadi jalan di tempat.
Akibatnya, muncul kecemburuan sosial terhadap pembangunan di Pulau Jawa yang sebenarnya dikelola dengan sistem manajemen yang lebih transparan. Pemahaman ini penting agar rasa persatuan dan kesatuan bangsa tidak memudar akibat narasi ketidakadilan yang salah alamat. Masyarakat perlu menyadari bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada integritas pemimpin lokal mereka dalam mengelola dana yang diberikan negara.
Dengan transparansi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi selalu menyalahkan pemerintah pusat atas ketertinggalan yang terjadi di daerah mereka. Sinergi antara pusat dan kejujuran elit daerah adalah kunci mutlak agar kekayaan alam Aceh serta Papua benar-benar dirasakan oleh rakyatnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…