Categories: BERITA UTAMA

Perlu Penanganan yang Lebih Komplex dan Multi Dimensi

JAYAPURA– Akademisi Uncen, Dr Melyana Pugu. Ia melihat persoalan yang terjadi di Bandara Kowowai ini merupakan persoalan yang cukup kompleks. Karenanya ia berpendapat bahwa cara mengatasinya harus dengan multi dimensi. Pendekatan dan penanganan juga dilakukan secara multidimensi.

Kata Pugu, jika bandara terus ditutup tentu masyarakat setempat yang akan mengalami betul dampaknya seperti apa. Pemerintah menurutnya perlu mengambil langkah segera berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengambil keputusan terbaik.

“Saya melihat mitigasi sedang dilakukan, namun harus ada konsep besar untuk penyelesaiannya. Secara teori masyarakat OAP di 11 wilayah tersebut yang akan terdampak,” bebernya.

Disini ia menyatakan bahwa publik perlu bandara yang aman bukan hanya untuk pilot tapi juga masyarakat setempat. Dan menariknya, lanjut Dosen Fisip Uncen itu jika sebelumnya isu yang muncul adalah masalah transportasi namun kini malah berubah menjadi isu keamanan.

Ia berpendapat bahwa penting untuk pemerintah maupun aparat keaman melibatkan para tokoh terlebih tokoh agama untuk bisa mengkomunikasikan kepada warga sekaligus meminta kesepakatan bagaimana terlibat untuk sama-sama menjaga wilayah mereka.

“Mitigasi risiko juga perlu disiapkan namun jangan sampai justru tak menyentuh akar persoalan sebab dengan adanya secara tidak langsung ini teror yang sedang disebar,” imbuhnya. Ia khawatir dari penutupan ini justru menimbulkan banyak masalah baru misal kelaparan, kondisi stunting baru dan lainnya.

“Disini pemerintah harus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Pemerintah harus berkoordinasi cepat dan membangun ketahanan jangka panjang. Jangan ada masalah lalu sibuk urus ini itu jadi penanganannya harus jangka panjang. Bangun ketahanan jangka panjang. pangan, manusua dan keselamatannya,” sarannya.

Ia melihat dari insiden penembakan pilot dan co pilot justru memberi pesan jika investor tidak akan masuk jadi dikatakan perlu langkah bersama untuk menyelamatkan generasi muda. “Pemerintah tidak bisa hanya fokus pembangunan sebab jika yang dibangun juga dibakar ini yang parah.” tutupnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

1 day ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

1 day ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

1 day ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

1 day ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

1 day ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

1 day ago