Categories: BERITA UTAMA

Deforestasi di Papua Dimulai dari Perijinan

Hal ini mengakibatkan pergerakan angin yang membawa uap air masuk ke Indonesia saat ini memicu terjadinya hujan ekstrim yang berlangsung lama.

“Dahulu bisa dibilang silikon yang melindungi negara kita. Tetapi karena hutan tropis kita di Kalimantan, Sumatra dan Papua sudah mulai hilang. Sehingga silikon itu makin lama makin terbuka. Itu menjadi bencana alam yang belakangan ini terjadi,” jelas Alfred.

Karena itu menurutnya pembukaan lahan sawit dan tebu di Papua harus belajar dari pulau Sumatera. Sehingga, tidak serta-merta diberikan ijin yang nantinya akan membawa dampak buruk jangka panjang bagi masyarakat Papua. Dari sisi ekonomi sebutnya sangat beruntung, namun nikmatnya hanya bersifat sementara. Tetapi, jangka panjangnya akan mendatangkan bencana-bencana alam yang lebih parah lagi.

Disaat yang sama, kepala pusat studi SDA itu menyebut korupsi membuat aturan kehilangan makna. Undang-undang yang seharusnya menjadi pelindung hutan berubah menjadi alat transaksi. Izin konsesi diteken tanpa kajian lingkungan, kawasan lindung disulap menjadi area tambang atau kebun monokultur, dan aparat yang seharusnya mengawasi justru ikut mengatur jalannya bisnis gelap.

Sementara itu, ketika bencana ekologis datang, banjir, longsor, kekeringan, rakyat pula yang disalahkan, seakan-akan merekalah yang meruntuhkan hutan seluas satu provinsi. Sebutnya, pemerintah yang korup tidak hanya merampas hutan, tetapi juga mencuri masa depan. Ekosistem hancur, satwa punah, masyarakat adat kehilangan tanah leluhur, dan generasi mendatang mewarisi lingkungan yang rapuh.

Hutan tropis Indonesia terangnya tidak hilang karena masyarakat miskin, tetapi karena kekuasaan yang menggadaikan hutan untuk kepentingan segelintir orang. Dan selama korupsi masih bercokol dalam tubuh pemerintahan, deforestasi hanya akan terus menjadi luka yang semakin dalam bagi negeri ini.

“Bencana belum berakhir masih akan terus terjadi, ribuan nyawa akan kembali hilang, hutan itu sudah digunduli para pejabat korup, waktu akan menjawab semuanya,” pungkasnya. (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Papua Tidak Butuh Senjata, Tapi Dialog KemanusiaanPapua Tidak Butuh Senjata, Tapi Dialog Kemanusiaan

Papua Tidak Butuh Senjata, Tapi Dialog Kemanusiaan

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Senator DPD RI Paul Finsen Mayor, Senator DPD…

7 hours ago

Program Pendidikan Gratis Dinilai Strategis Bangun SDM Papua Tengah

Menurutnya, komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama menunjukkan keseriusan dalam…

8 hours ago

Polisi Kirim Berkas Perkara Kasus Tindak Pidana Narkotika ke Kejari

Proses pengiriman berkas perkara milik tersangka RI selaku pengedar narkotika jenis sabu di Mimika yang…

9 hours ago

Polisi Benarkan Kronologi Pria Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

Korban diketahui berinisial NR, berusia sekitar 40 tahun, yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di…

10 hours ago

Pelaku Pembunuhan Dua Orang BermotIf Cemburu Diringkus Polisi

Amri menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan memastikan perkara tersebut ditangani secara profesional sesuai…

11 hours ago

Pasien TB Paru Terus Meningkat di Jayawijaya

Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.Og menyatakan banyaknya pasien yag ditangani odi RSUD…

12 hours ago