Categories: BERITA UTAMA

Tak Semuanya OPM! Ada Ibu Rumah Tangga yang Tertembak

Bupati Ingatkan Pendekatan Keamanan Harus Lebih Humanis

JAYAPURA– Pasca insiden penyergapan yang dilakukan Satgas Operasi Habema Kogabwilhan III di Kampung Soanggama, Distrik Homeyo Intan Jaya yang mengklaim telah menewaskan 14 orang yang berstatus anggota Operasi Papua Merdeka (OPM), muncul klarifikasi. Dari penelusuran di lapangan diketahui ternyata tidak semua yang tewas adalah anggota OPM.

Ada juga masyarakat sipil yang menjadi korban dari penyergapan tersebut. Tim Mediasi Konflik Papua, menegaskan bahwa 14 orang yang tewas dalam kontak senjata di Kampung Soanggama, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, bukan semuanya kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Hal ini diketahui setelah Tim Mediasi Konflik melakukan identifikasi terhadap para jenazah.

Ketua Tim Mediasi Konflik, Yoakim Mujizau membenarkan jika pada 14 Oktober 2025, Satgas Rajawali/I dan II Habema dan Satgas 712/WT masuk ke Kampung Janamba dan Soanggama, Kabupaten Intan Jaya. Setelah tim mengidentifikasi korban di Kampung Soanggama, dan mengumpulkan informasi dari masyarakat, mereka menyampaikan bahwa terdapat 15 korban. “Ternyata ada 15 orang yang menjadi korban dan tidak semuanya anggota OPM,” beber Yoakim, Jumat (17/10).

“Dari 15 orang itu, ada masyarakat sipil, seorang mono dan satu orang ibu rumah tangga yang menjadi korban saat aparat melakukan operasi penegakan hukum di Kampung Soanggama,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa, dari 15 orang yang menjadi korban penembakan aparat, sebanyak lima orang adalah anggota OPM, sementara lainnya adalah masyarakat sipil.Artinya ada 10 orang bertatus masyarakat sipil.

“Korban atas nama Agus Kogoya itu masyarakat, sementara Agus Kogoya yang anggota OPM masih hidup. Aparat di lapangan menyampaikan bahwa Agus Kogoya ini keliru, karena nama Agus Kogoya di Kampung Soanggama itu ada dua orang,” tambahnya. “Jadi setelah aparat melihat KTP atas nama Agus Kogoya, ia langsung ditembak. Padahal, dia bukan OPM, namanya saja yang sama,” tambahnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kasus Malaria di Kabupaten Jayapura Meningkat

Pada tahun 2024, jumlah masyarakat yang menjalani tes malaria sebanyak 358.589 orang dengan temuan kasus…

2 hours ago

Pemerintah Diminta Segera Bayar Ganti Rugi Tanah Jalan Alternatif Nendali

Erick Ohee menilai aksi pemalangan tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat yang menuntut hak mereka agar…

3 hours ago

Mobilitas Penumpang di Bandara Sentani Mulai Meningkat

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil melalui Kapolsek Kawasan Bandara Sentani Iptu…

4 hours ago

Dorong Potensi Pariwisata, Pemkab Jayapura Bangun Ruas Jalan Demta-Tarfia

Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, mengatakan pada tahun ini terdapat beberapa proyek…

5 hours ago

Jurnalis Kabupaten Jayapura Berbagi Takjil di Lampu Merah Bandara Sentani

Koordinator Jurnalis Kabupaten Jayapura sekaligus Ketua FJPI Papua, Kornelia Mudumi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk…

6 hours ago

Bandara Sentani Gelar CSR Safari Ramadan

General Manager Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer Rohim, mengatakan, dalam program ini, manajemen…

7 hours ago