Categories: BERITA UTAMA

Tiga Bulan Sudah Proses Belajar Mengajar di Anggruk Tak Berjalan Normal

JAYAPURA– Ketua Yayasan Serafim, Nehes Jon Fallo, mengungkapkan bahwa pasca penyerangan terhadap tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 21 Maret 2025 lalu, proses pembelajaran di wilayah tersebut tidak berjalan normal. Situasi keamanan yang belum kondusif menjadi alasan utama dihentikannya aktivitas belajar mengajar secara langsung.

“Sehari setelah penyerangan, saya putuskan untuk menarik seluruh guru yang mengajar di Distrik Anggruk, termasuk di distrik lain yang totalnya berjumlah 32 distrik di Kabupaten Yahukimo,” ujar Nehes Jon Fallo saat ditemui di Jayapura, Selasa (17/6).

Ia menjelaskan bahwa wilayah Distrik Anggruk memiliki akses transportasi yang sangat terbatas, terutama dari pusat Kabupaten Yahukimo, sehingga sulit untuk menjamin keamanan guru yang bertugas di wilayah-wilayah rawan.

Meski guru-guru telah ditarik dari lokasi tugas, Yayasan Serafim tetap berupaya agar proses pendidikan tetap berjalan. Para siswa tetap diberikan tugas dan materi belajar melalui grup WhatsApp agar nilai akhir tetap bisa diperoleh.

“Untuk penilaian dan pengolahan nilai raport, tetap dilakukan oleh guru-guru kami dan diserahkan ke Yayasan Serafim, lalu dilanjutkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo. Ini kami lakukan agar pendidikan anak-anak di Anggruk tetap berlanjut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yayasan Serafim juga memastikan hak-hak para guru tetap terpenuhi. Gaji mereka tetap dibayarkan, meski untuk sementara waktu tidak melaksanakan tugas mengajar di sekolah.

“Sampai sekarang guru-guru kami ditampung di tempat-tempat yang aman, seperti di Dekai (Yahukimo), Sentani, dan Wamena. Semua kebutuhan hidup mereka ditanggung sepenuhnya oleh yayasan,” tambah Nehes. Mengenai penempatan guru ke depannya, Nehes menjelaskan bahwa Yayasan Serafim akan menugaskan para guru di delapan distrik yang berada di bawah naungan Yayasan Pelayanan Injil (YAPELIN).

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

3 days ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

3 days ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

3 days ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

3 days ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

3 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

3 days ago