Categories: BERITA UTAMA

Pembentukan Kabinet Harus Berdasarkan Filosofi Pembangunan

JAYAPURA– Meskipun Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka belum menjalankan pemerintahannya, namun berbagai isu mulai dari progam kerja hingga pembentukan kabinet pemerintahan perlahan mulai mencuat di ruang publik.

Salah satunya wacana penambahan kabinet yang sebelumnya hanya 34 menteri akan menjadi 40 menteri . Wacana ini menimbulkan pro dan kontra bahkan berbagai perspektif di berbagai kalangan

Guru Besar Ilmu Sosiologi Pedesaan, Universitas Cenderawasih Prof. Avelinus Lefaan, MS,  mengatakan wacana tersebut perlu dikaji, baik dari sisi penggunaan anggaran, urgensi untuk pemenuhan kebutuhan negara, sehingga tidak terkesan sekedar bagi bagi kue karena memiliki hubungan primordialisme.

Apalagi dengan melihat partai pengusung pencalonan Presiden dan Wakil Presiden terpilih ini cukup banyak, tentu berbagai spekulai akan muncul jika wacana ini dibuat tanpa melalui pengkajian yang matang.

“Artinya jangan sampai stukturnya besar, dampaknya untuk pemenuhan kebutuhan negara ini justru tidak ada,” ujar Prof. Ave, Jumat (17/5) kemarin.

Hal mendasar yang mestinya dilakukan oleh Presiden terpilih menjelang masa kepemimpinannya ini, menurut Prof. Ave adalah mengkaji setiap persoalan persoalan yang mendasar di negara ini. Selain itu mengevaluasi hasil kerja pemerintah terdahulu, mana yang tidak berjalan secara efeisiensi, itulah yang kemudian dikaji.

“Dari hasil kajian itulah kemudian dimasukan dalam wacana progam kerja, jangan langsung sibuk urus menambah jumlah kabinet, tanpa adanya kajian yang faktual,” tuturnya.

Apabila penambahan Kabinet ini memang mesti dilakukan, maka hal utama yang dilakukan perubahan undang undangnya. Kemudian kabinet yang dibentuk itu harus pada pokok pokok persoalan. Atau kebutuhan yang prioritas, seperti masalah Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Politik dan hal hal lain yang menjadi prioritas di negara ini.

“Beberapa persoalan inilah yang mesti dikerjakan satu orang kabinet, karena masalah Ekonomi, Pendidikan dan Kesehatan serta masalah lain masih cukup serius di negara kita,” kata  Prof. Ave.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…

9 hours ago

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

15 hours ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

20 hours ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

21 hours ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

24 hours ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

1 day ago