“Bagi Muhammadiyah, karena penetapannya menggunakan metode hisab wujudul hilal, maka pelaksanaan Idulfitri tetap pada 20 Maret,” tambahnya. Najih mengakui, di Indonesia sendiri terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan maupun Idulfitri antara Muhammadiyah maupun organisasi Islam lainnya. Ia menilai bahwa hal ini telah lazim terjadi di Indonesia. “Sebagian pihak telah menetapkan lebih awal, sementara yang lain masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah,” katanya.
Meski demikian, Muhammadiyah Mimika mengimbau seluruh umat Islam untuk tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati perbedaan yang ada. “Kami berharap umat Islam dapat saling menghargai dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan. Mari sambut Idulfitri dengan penuh kebahagiaan dan semangat kebersamaan,” tutupnya.
Sementara itu, untuk pelaksanaan salat Idulfitri, umat Muhammadiyah di Mimika nantinya akan melaksanakan salat idulfitri di dua lokasi, yakni pelataran Perguruan Muhammadiyah Mimika yang beralamat di Jalan Bhayangkara, Jalur 5, Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, serta Masjid At-Taqwa SP 7, Kelurahan Mulia Kencana. Shalat Id di Perguruan Muhammadiyah akan dipimpin oleh Ustadz Andika Setiabudi selaku Imam dan Khatib. Sedangkan, Ustadz Amir Aziz akan bertindak sebagai Imam dan Khatib di Masjid At-Taqwa. (jp/ulo//mww/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Masyarakat di Kota Jayapura akhirnya seperti diajari untuk menerima situasi ini karena belum ada perubahan…
Korban yang ditemukan diketahui bernama Andreas Koboon (24). Sementara dua nelayan lainnya, yakni Frederikus Yolmen…
Kondisi tersebut ditemukan saat dirinya melakukan kunjungan ke Distrik Jagebob dan melihat langsung lokasi yang…
Persediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disiapkan untuk kegiatan dalam rangka perayaan…
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik…
Ya, mungkin dengan cara itu pria bernama Nawir ini bisa merasa tenang usai diterpa musibah.…