Categories: BERITA UTAMA

Muhammadiyah Hari Ini, NU Besok

”Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” kata dia. Untuk itu, Sidang Isbat melibatkan berbagai unsur dan ahli dari beragam disiplin ilmu. Termasuk diantaranya pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.

”Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” kaya dia. Pengamatan hilal di Merauke dalam rangka penentuan Idul Fitri di Merauke di lakukan oleh Tim Rukyatul Hilal Provinsi Papua di Pos Observasi Bulan (POB) Lampu Satu Merauke, Kamis (19/3). Pengamatan dilakukan dengan menggunakan sebuah teropong besar yang diarahkan ke bagian barat, dimana matahari akan tenggelam. Kendati cuaca cukup cerah, namun titik pengamatan tampak berawan sehingga menyulitkan pengamatan yang menggunakan teropong tersebut.

Ketua Tim Rukyatul Hilal Provinsi Papua H. Dr. Hendra Y. Rahman, pengataman hilal yang dilakukan di Lampu Satu Merauke pada 19 Maret 2026 dimana ketinggian hilal berkisar 0,9 derajat dengan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) berada di 4,5 derajat. Kondisi ini menunjukan hilal sulit terlihat. ‘’Kedua, karena berawan sehingga sulit untuk terlihat,’’ katanya.

Sedangkan di wilayah barat, semakin ke barat semakin tinggi. Sampai di Aceh, ketinggiannya sudah memenuhi kriteria dengan ketinggian 3,1 derajat dan engolasinya 6,1. ‘’Tipis, sampai 6,4 bisa besok menjadi idul fitri. Tapi, apapun hasil rukiat, kita ikuti hasil isbat dari Jakarta untuk penentuan 1 Syahwal,’’ katanya. Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Papua Pdt.

Kelemens Taran, S.Ag mengatakan, penetapan awal bulan Qamariyah, termasuk 1 Syahwal, merupakan momen penting bagi umat Islam. Di Indonesia, Kementrian Agama memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan awal bulan Hijriah melalui mekanisme Hisab dan Rakyatul Hilal. ‘’Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi hilal. Sementara itu rukyatul hilal adalah observasi ataui pengamatan langsung terhadap hilal (bulan sabit pertama) setelah matahari terbenam.

Kedua metode ini saling melengkapi dan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan penetapan awal bulan Hijriah,’’ katanya. Dikatakan, salah satu titik pengamatan penting yang selalu menjadi perhatian adalah di wilayah Merauke, Papua Selatan. Merauke sering kali menjadi lokasi strategis untuk pemantauan hilal karena posisinya di ujung timur Indonesia.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Tahan Rasa Nyeri di Tulang Belakang, Demi Pulang Bawa Uang Untuk KeluargaTahan Rasa Nyeri di Tulang Belakang, Demi Pulang Bawa Uang Untuk Keluarga

Tahan Rasa Nyeri di Tulang Belakang, Demi Pulang Bawa Uang Untuk Keluarga

  Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…

8 hours ago

Warga Kampung Amunkay Harus Rela Antre Panjang untuk Dapatkan Mitan

Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari,  mereka datang dengan…

9 hours ago

Ada Monopoli Lapak Ilegal hingga Potensi Konflik di Pasar Otonom

   Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…

9 hours ago

250 Anak Terlantar di Mimika, Tidak Adanya Rumah Singgah Jadi Kendala

Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…

9 hours ago

Langsung Usung Tiga Poin

Kontra Persis Solo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur menjadi pembuktian dari pelatih baru…

10 hours ago

“Tersandera” Kewenangan, 195 Hektar Kawasan Kumuh Mimika Sulit Dibenahi

Berdasarkan regulasi pembagian intervensi perumahan dan kawasan permukiman, pemerintah daerah tingkat kabupaten dibatasi oleh aturan…

11 hours ago